Dari Kontraktor ke Investor

24

PARA pengusaha Indonersia cenderung lebih suka menjadi kontraktor. Mereka berlomba mendapatkan proyek, terutama proyek yang didanai pemerintah. Pembangunan infrastruktur yang kini tengah marak dilakukan pemerintah, mengundang banyak sekali kontraktor yang mencoba mendapatkan proyek, meskipun hanya pekerjaan kecil seperti pengarukan lahan, trotoar, median jalan, jembatan penyebrangan, dan sebagainya. Kalau tidak menjadi kontraktor, kebanyakan pengusaha bergerak dalam bidang pemasok atau suplayer. Pemasok batu, misalnya, tidak cukup seorang pengusaha. Ada pemasok batu pondasi, kerikil, batu kali, dan sebagainya.

Tentu saja hal itu tidak terlalu salah bahkan dilihat dari pemerataan, pembagian pekerjaan itu memperlihatkan kerja sama yang baik. Namun menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, PS Brodjonegoro, pihak swasta, sebaiknya tidak hanya menjadi kontraktor tetapi juga investor. ”Kami ingin mendorong sektor swasta menjadi investor. Ini akan memberi keuntungan lebih besar bagi swasta selain membantu Indonesia,”katanya. Dengan banyaknya investor swasta nasional, pemerintah akan terbantu dalam hal pembiayaan. ”Kerja sama ini bukan kalah menang tetapi win win solution,” kata Menteri.

Menurut Menteri Brodjonegoro terdapat dua macam proyek yang terbuka bagi kalangan swasta nasional. Poyek yang masih membutuhkan intervensi pemerintah dan proyek yang tidak memerlukan campur tangan pemerintah. Kedua-duanya sudah ada skemanya. Bappenas akan membantu sektor swasta untuk lebih mengenal proyek yang disiapkan. Sektor konstruksi Indonesia menguat. Hal itu merupakan kesempatan bagi kalangan swasta, baik pemain lama maupun pemain baru berperan lebih nyata dalam berinvestasi.