Mencari Turunan Produksi Hulu

23

INDONESIA tengah memacu hilirisasi industri,  terutama industri berbasis agro dan mineral. Halm itu dikemukakan Sekjen Kementrian Perindustrian, sepertui dimuat KOMPAS (9/11). Sekjen Kemenperin, Haris Munandar, mengatakan, hilirisasi industri mendorong komoditas berkembang secara berlipat. Sekjen mencontohkan, komoditas kelapa sawit. Indonesia jangan lagi hanya mengandalkan produk kerlapa sawit berupa minyak sawit mentah (CPO). Indonesia harus memperluas produk kelapa sawit ke produk turunannya.

Produksi minyak kelapa sawit dan turunannya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 produkdi minyak sawit beserta turunannya mencapai 60,75 juta ton. Naik sigbnifikan disbanding tahun 2014 yang mencapai 49,7 juta ton. Bahkan, dalam dua tahun mendatang meningkat menjadi 65 juta ton. Artinya, komoditas kelapa sawit, termasuk minyak sawit, sudah memiliki produk hilir yangt cukup banyak. Menurut Kementrian Perindustrian, minyak sawit tahun 2015-2017 memiliki industri hilir 126 macam dan akan meningkat menjadi 154 produk dua tahun mendatang.

Hilirisasi merupakan langkah yang mau tidak mau harus dilakukan Indonesia. Secara histories, Indonesia dikenal sebagai eksportir komoditas tardisional. Indonesia pernah menjadigudang utama produk pertanian dan hasil hutran. Rempah-rempah, rotan dan kayu merupakan komoditas yabng menjadi andalan ekspor. Namun ekspor komoditas tidak mampu meningkatkan niolai ekspor karena factor harga . Komoditas Indonesia di negara industri  diolah menjadi berbagai macam produk hilir yang punya nilai jual sangat tinggi. Indonesia termasuk Negara yang juga mengimpor produk hilir yang berasal dari produk hulu Indonesdia tersebut.