Jabar Menuju Pemain Kopi Dunia

20

BISNIS BANDUNG- Provinsi Jawa Barat sudah selayaknya menjadi produsen kopi terbaik di dunia karena memiliki segudang prestasi di bidang kopi dengan kualitas terbaik. Jadi, bukan hanya menga -dakan even atau cara penyajiannya saja tapi harus menjadi pemain pasar di level internasional.  “Indonesia sudah seharusnya menjadi produsen terbaik di dunia. Kita tidak hanya melakukan untuk sebuah even saja melainkan bisa menjadi provinsi nomor satu di dunia sebagai produsen kopi terbaik,”kata Anggota Komisi II DPRD Jabar,Yunandar Eka Perwira saat memberikan sambutan pada kegiatan West Java Coffee Festival (WJCF) di Bandung, pekan lalu.

Dia menyebut, Vietnam lebih maju branding kopinya dibandingkan dengan rasa kopi itu sendiri. Padahal warga Vietnam tidak menyukai kopi tapi mampu memproduksi kopi terbaik di dunia. Indonesia dengan kualitas kopi robustanya memiliki peluang untuk mampu membranding seperti Vietnam. “Ini merupakan sebuah peluang yang harus kita kejar jangan berpuas diri dengan kondisi sekarang tapi harus maju ke depan,” tutur dia.

Melalui momentum digelarnya festival kopi ini, maka ke depannya dibutuhkan suatu kolaborasi atau sinergi dari semua pihak agar kopi Jabar lebih dikenal di pasar global. Dan saatnya kita memandang kopi bukan hanya sebagai bagian dari gaya hidup saja, namun harus mulai memandang kopi sebagai sebuah industri perkebunan yang potensial di Jawa Barat. Sebagai penghasil kopi nomor empat di dunia, Jawa Barat sangat beruntung karena memiliki lahan terbaik untuk perkebunan kopi akibat banyaknya gunung vulkanik yang berpengaruh terhadap kesuburan lahan.

Karena itu harus berkolaborasi dari kelompok hulu ke hilir untuk mengembangkan industri kopi . Gubernur Ahmad Heryawan dalam sambutan dibacakan Asisten III Pemprov Jabar, M. Solihain mengatakan perubahan gaya hidup masyarakat telah mendorong kinerja industri pengolahan kopi dalam negeri mengalami peningkatan signifikan sehingga perlu didukung oleh pengembangan mulai dari hulu ke hilir.

Pengembangan nilai tambah kopi serta penyediaan kualitas kopi yang konsisten perlu terus dilakukan. Pada tahun 2016, luas perkebunan kopi di Jawa Barat tercatat 33.889 ha dengan produksi 17.683 ton. Secara umum kualitas kopinya baik robusta maupun arabika bercitarasa yang unik dan khas. West Java Coffee Festival (WJCF) adalah kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakan sebelumnya dua kali, pertama pada tahun 2015 dan yang kedua tahun 2016 di Atrium Selatan Trans Studio Mall Bandung.

WJCF ini merupakan upaya untuk mendorong pengembangan perdagangan olahan berbasis kopi lokal yang menjadi unggulan dan potensial serta merupakan bentuk penghargaan terhadap kopi Jawa Barat yang merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia .
Tujuan dari WJCF sebagai sarana petani dan pelaku usaha kopi di kabupaten/kota Jawa Barat untuk mempertunjukkan kopi-kopi unggulannya, serta guna mengetahui perkembangan kualitas kopi dari masing-masing daerah.

Pada Tahun ketiga ini WJCF 2017 diselenggarakan di Plaza Outdoor Trans Studio Mall dengan area yang lebih besar dari even WJCF sebelumnya , menghadirkan banyak kolaborasi antara Kelompok Petani Kopi dengan Pengusaha kopi ( Coffee Shop / Kedai Kopi) . Melalui WJCF diharapkan semakin terkoneksinya pelaku hulu (kelompok petani kopi ) dan pelaku hilir (pengusaha kopi) yang akan bersama sama memperlihatkan kualitas kopi asli Jabar, yang diaplikasikan melalui transaksi penjualan kopi yang akan tergambar melalui even tersebut. (B-002)***