Bermain Panggal, Permainan di Tatar Sunda yang Melegenda

21

Panggal (gasing) merupakan jenis mainan tradisional yang sudah dikenal sejak lama. Umumnya panggal terbuat dari kayu keras. Namun saat ini ada pula yang terbuat dari bahan plastik. Secara umum panggal merupakan mainan yang bisa berputar pada poros ( berupa paku) dan bertumpu pada suatu titik. Perrmainan ini merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, panggal ada yang menggunakannya untuk berjudi dan ramalan nasib. Panggal atau gasing memiliki beberapa bentuk, tergantung daerahnya. Ada yang bulat lonjong, berbentuk seperti jantung, kerucut, silinder, juga ada yang berbentuk seperti piring terbang. Struktur gasing terdiri atas bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki (paksi).

Namun, bentuk, ukuran dan bagian ga­sing berbeda-beda menurut daerah masing-masing. Di Jawa Barat permainan panggal atau gasing dikenal di semua daerah sebagai permainan anak . Panggal dimainkan dengan seutas tali (benang-red) yang dililitkan pada bagian badan panggal yang kemudian dilontarkan dan panggal pun akan berputar. Namun tidak semua mampu melontarkan panggal hingga berputar diperlukan keahlian. Secara spesifik , panggal yang dibuat dari kayu. Awal pengerjaannya, kayu dikikis hingga menyerupai kerucut seukuran kepal tangan anak , menggunakan golok atau mesin bubut.

Di ujung bagian bawah panggal dipasang paku sebagai poros atau tonggak tumpuan berputarnya panggal . Sedangkan tali pelontar , bisa dibuat dari anyaman benang atau tali nilon.  Panjang tali panggal tergantung dari tinggi atau pendek postur tubuh pelontar, minimal panjangnya satu meter. Kayu yang bagus untuk bahan gangsing kayu manggis, jambu batu , kayu asem, kayu jeruk, kayu kosambi, kayu harikukun, ciku atau kayu asam jawa.

Memainkan panggal di beberapa daerah tatar Sunda dinamakan raton, berupa permainan adu lama berputarnya panggal. Semua pemain secara bersama melontarkan panggal , dimulai pada hitungan ke-3. Pemenangnya adalah panggal yang paling lama berputar. Kakacangan, permainan dengan memantik panggal teman yang lebih dahulu dilontarkan dan tengah berputar. Untuk memulai kakacangan , didahului de­ngan permainan raton untuk menentukan panggal siapa yang pertama berhenti, kedua hingga yang terakhir atau ratu.

Pemilik panggal yang berhenti pertama pada permainan raton, ia akan melontarkan panggalnya pada awal permainan. Saat panggal tersebut sedang berputar akan dibentur oleh panggal yang dilontarkan oleh pemain kedua.  Sesudah pemain kedua membenturkan panggalnya , ditunggu hingga salah satu panggal berhenti. Panggal yang masih berputar kemudian dibentur lagi oleh pemain ketiga dan ditunggu hingga ada yang berhenti (kalah). Begitu seterusnya hingga pemain terakhir atau ratu.(E-001) ***