Pembuang Limbah ke Citarum Terditeksi Alat Khusus

229

SIAPA pun yang membuang limbah industri atau domestik di atas ambang mutu, dapat direkam dan diketahui pada saat itu juga.  Alat khusus itu dikembangkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berbasis digital  (e-monitotring). Alat yang dipasang di ujung outlet pabrik atau di muara anak-anak sungai, akan memberi sinyal apabila ada limbah buangan masuk sungai dengan tingkat pencemaran di atas ambang mutu. Sinyal itu diteruskan ke posko dan  terpetakan dengan sangat akurat. Pemangku kepentingan seprti Pemda, kepolisian, atau penegak hukum lainnya dapat segera nmelakkan tindakan. Rekaman pada e-monitoring itu dapat dugunakan sebagai bukti  hukum.

Sampai hari ini, belum ada pernyataan pemerintah, baik kabupaten/kota, provinsi, maupun pusat, apakah alat itu akan digunakan atau tidak. Apalagi penentuan lokasi, di titik-titik mana saja alat itu akan dipasang, masyarakat belumk melihatnya.  Alat itu, menurut BPPT akan sangat bermanfaat dalam menjaga Citarum dari pencemaran. Karena alat itu merupakan hasil rekayasa badan resmi nasional,  pemerintah tinggal memanfaatkannya saja. ”Alat ini gratis, semua instansi dapat menggunakannya. Tinggal mengajukan permintaan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai  ’pemilik’-nya,” ujar Kepala BPPT, seperti dimuat PR (27/11)

Teknlogi monitoring itu dapat menyelamatkan Citarum. Airnya menjadi bersih. Artinya teknologi itu sangat bermanfaat. Air yang mengalir di semua sungai,  danau, atau waduk, akan terhindar dari paparan racun atau limbah beracun. Pencemaran air laut di pantai utara Jawa, pencemaran air waduk yang mengganggu turbin tenaga listrik akan terjaga. Lalu menunggu apa lagi?