Dampak Belanja Politik Terhadap Perekonomian

204

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan perekonomian Tanah Air akan terus tumbuh dan tidak akan terpengaruh kontestasi politik. Meskipun tahun 2018 berlangsung pilkada dan tahun 2019 ada pemilu presiden dan pemilu legislatif, pertumbuhan ekonomin tidak akan terdampak. Menurut Presiden, pemilu serentak di Indonesia bukan yang pertama kali terjadi. Sampai saat ini setidaknya, Indonesia telah melaksanakan dua kali pemilu serentak, tahun 2015 dan tahun 2017. Selama tiga tahun terakhir ini ekonomi Indonesia terus tumbuh.

Optimisme itu didorong  kenyataan,   saat ekonomi dunia melambat, petrtumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertahan di atas 5 persen.Indonesia juga mendapat pengakuan badan dunia, antara lain Moody’s Fitch dan Standard & Poor’s,  bahwa Indonesia merupakan negara layak investasi. Peringkat kemudahan berbisnis terus meningkat. Pada tahun 2014, Indonesia berada pada peringkat ke-120 menjadi ke-72 pada tahun 2017. Peringkat daya saing global dari petringkat ke 41 menjadi peringkatke-36 tahun 2017 dari 137 negara.

Karena itu, menurutr Presiden,  pelaku usaha dan investor tetap optimistis melihat perekonomian Indonesia ke depan, termasuk tahun politik 2018 – 2019. ”Hilangkanlah persepsi bahwa tahun politik tahun 2018 – 2019 akan memengaruhi ekonomi,” kata Presiden pada Saresehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (12/12) seperti dimuat KOMPAS (13/12).

Bukan hanya Presiden Jokowi yang optiomistis tentang pertumbuhan ekonomi dikaitkan dengan pilkada dan pemilu, para pejabat pemerintahan di daerah juga merasa yakin, ekonomi akan terpacu dengan pelaksanaan tahun politik. Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jabar tahun 2018 diprediksi akan lebih tinggi. Perhelatan demokrasdi di sejumlah daerah justru mendorong pergerakan ekonomi. Hal itu duikemukakan Aher pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Jabar 2017.