Perempuan dan Korupsi

177

PERINGATAN Hari Ibu (PHI) 22 Desember tahun ini secara nasional dipusatkan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Hari Ibu 2017 yang bertajuk  ”Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya” itu dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ibu Negera, Ny. Iriana Joko Widodo. “ Sengaja PHI diadakan di Papua Barat karena kami ingin perempuan-perempuan di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal dapat merasakan klebahagiaan pada perigatan Hari Ibu, kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yembise di Jakarta, seperti dimuat KOMPAS (19/12).

Menteri PPA juga menjelaskan, perempuan Papua Batrat dapat belajar tentang pembangunan pemberdayaan perempuan dari para perempuan yang hadir dari seluruih Indonesia. Diharapkannya, apabila perempuan diberi peluang akan mampu meningkatkan klualitas hidupnya secara mandiri dan menjadi motor penggerak ekonomi dan perubahan bangsa. Sasaran terdekat, menurut Menteri, semua perempuan dan peseta PHI dapat ikut mempromosikan Raja Ampat sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata di Indonesia.

Kita patut mengapresiasi pelaksanaan PHI tahun ini dipusatkan di daerah terpencil. Indonesia masih memeiliki banyak daerah terpencil. Penduduknya, khususnya kaum peremempuan di daerah itu masih sangat tertinggal. Mereka hampir tak tersentuh modernitas. Kalaupun ada, hanya twerbatas pada apa yang mereka lihat, dengar, dan lakukan di lingkungan sempitnya. Bahkan masih banyak perempuan di daerah terpencil dan di pulau-pulai terluar yang buta huruf. Namun kita juga berharap, pelaksanaan PHI di Raja Ampat jangan samapi justru meninggalkan limbah bagi masyarakat di sana. Keasrian, ketentraman, kedamaian, dan keindahan alam Raja Ampat jangan sampai terusik dengan hadirnya ratrusan perempuan. Flora dan fauna serta kearifan lokal masyarakatnya tidak justru terganggu.

Menurut Ketua Panitia PHI 2017, Venita R. Danes, kegiatan seremoni tahun ini dikurangi. panitia lebih fokus pada kegiatan pemberdayaan perempuan di wilayah pesisi Papua Barat dengan pelatiohan keterampilan. ”Kami setelah PHI di Raja Ampat, ada yang ditinggalkan kepada perempuan-perempuan setempat,” katanya. Yang kita khawatirkan bersama, para peserta yang datang dari seluruh Indonesia, meninggalkan ”polusi” kehidupan urban yang mencemari ketulusan hidup para perempuan Raja Ampat. Kita tidak ingin, yang berbekas pada pikiran mereka justru sikap hidup hedonisme, keceriaan berlebih, konsumerisme, dan tidak menghormati alam sekitar. Sikap dan gaya hidup kaum urban itu pada satui sisi justrui akan berbanding terbalik dengan tujuan peringatan Hari Ibu.