Pusalbfor Mabes Polri Datangi Pedagang Tape

223

Untuk kepentingan penyelidikan kasus keracunan yang menewaskan dua orang di Purwakarta, tim Puslabfor mabes Polri  mendatangi kediaman Omat, seorang pedagang keliling tape di Cililin, kabupaten Bandung Barat, Rabu petang. Kepolisian memeriksa sekaligus membawa bahan dasar tape dan sejumlah alat untuk diperiksa. Sedangkan warga tak menyangka, tape olahan yang dijual omat  menyebabkan puluhan warga keracunan dan meninggal.

Tim pusalbfor mabes polri didampingi anggota Satreskrim Polres Purwakrta, mendatangi kediaman Omat, di Cililin, kabupaten Bandung Barat. Omat merupakan pedagang keliling tape yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, oleh aparat kepolisian di Purwakarta, dalam kasus tewasnya dua warga. Kasus keracunan ini juga mengakibatkan 44 warga dirawat di rumah sakit.

Kedatangan anggota kepolisian membuat penasaran warga. Selama satu jam lebih, tim puslabfor memriksa sekaligus mengambil sampel bahan dasar olahan tape. Kedatangan tim puslabfor bersama angggota satreskrim Polres Purwakarta, sebagai upaya penyelidikan kasus ini. Tidak ada keterangan  sedikit pun dari aparat kepolisian terkait hal ini.

Warga sekitar tak menyangka, tape yang dijual Omat berbuah petaka, hingga merenggut korban jiwa. Padahal, sudah 20 tahun omat membuat sekaligus menjjual tape, tapi tidak pernah ada yang keracunan. Baru kali ini, tape yang dijual sekaligus dikonsumsi membuat puluhan warga di purwakarta keracunan. Bahkan, akibat peristiwa ini, omset sebagian warga yang ikut memproduksi tape, turun karena pembeli khawatir keracunan.

Aparat kepolisian telah menetapkan omat sebagai tersangka. Dari hasil penyelidikan sementara, penyebab puluhan warga keracunan hingga merenggut dua korban jiwa akibat mengkonsumsi tape. Namun, belum diketahui pasti, tape yang dikonsumsi mengandung bahan kimia atau racun, sehingga tak layak untuk dikonsumsi. Hingga kini, sampel makanan masih diselidiki polisi termasuk Puslabfor Mabes Polri.

Algi Muhammad Gifari, BandungTV.