Wisatawan Perlu Sikap ”Someah”

256

BISNIS BANDUNG- Jumlah kunju­ngan wisatawan asing dan domestik yang datang ke suatu tempat, tidak hanya ditentukan oleh bagus tidaknya objek destinasi wisata di tempat tersebut, namun sangat membutuhkan peran masyarakat yang ada bersikap someah atau familiar kepada wisatawan yang datang.

Di samping itu tentunya dan tidak memanfaatkan kedatangan mereka dengan cara-cara yang tidak baik demi menarik keuntungan yang tidak wajar. “Diperlukan sikap masyarakat pariwisata, yaitu datang tamu ramah. Kita kadang-­peung,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Ida Hernida.

Jika perilaku dan kondisi masyarakat tidak “care” terhadap lingkungan objek wisata termasuk kepada wisatawan yang datang, tentunya akan sangat sulit untuk membuat mereka mendapatkan kesan yang baik dalam kunjungannya ke objek wisata. “Jelas kalau kondisi masyarakat seperti itu bakal sulit menyedot jumlah wisatawan yang sebanyak-banyaknya,” kata Ida.

Berkualitas
Sementara itu ,Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Provinsi Jawa Barat mengimbau agar Kota Bandung memiliki destinasi wisata yang lebih berkualitas agar mampu menarik lebih banyak minat wisatawan domestik maupun manca negara.

Ketua ASITA Jabar, Budijanto Ardian­sjah mengatakan sejauh ini Bandung telah berhasil mendatangkan wisatawan asal Singapura sedangkan pangsa pasar wisatawan asal Timur Tengah sering berkunjung ke daerah Cipanas Cianjur.

“Saat ini sudah ada tapi tidak terlalu banyak. Jadi Kota Bandung memiliki tantangan tersendiri untuk menyiapkan destinasi wisata baru sehingga menarik minat wisatawan manca negara,”katanya.

Asita Jabar akan terus mendorong Pemerintah Kota Bndung untuk lebih banyak menciptakan destinasi wisata baru. Jika tidak bisa membuat destinasi wisata maka harus menciptakan atraksi wisata seperti beberapa festival tahunan yang sering digelar di Bandung.

“Market Timur Tengah ini sebenarnya di daerah Cipanas Cianjur wisatanya bisa enggak kita tarik ke Bandung. Jika tidak bisa membuat destinasi wisata baru maka dibutuhkan banyaknya atraksi wisata guna menarik wisatawan domestik maupun manca negara,” ucapnya.

Asita Jabar, ungkapnya selalu siap meramu paket wisata karena jika wisata ini dikemas dengan baik maka akan berimbas kepada agen perjalanan wisata, hotel, restoran termasuk transportasi. “Diharapkan dengan semakin banyak destinasi termasuk promosi tentu saja biro perjalanan ini bisa semakin lebih hidup,”tuturnya. (B-002)***