Jembatan Hampir Roboh Ancam Keselamatan Warga

165

Jembatan pabuaran yang menghubungkan desa Rancapanggung dengan desa Nangerang, kecamatan Sindangkerta, kabupaten Bandung Barat, kondisinya semakin memprihatinkan. Jembatan yang sempat terputus dan hampir roboh akibat diterjang banjir pada 2016 lalu tersebut, kini hanya disambung dengan bambu seadanya. Padahal, jembatan tersebut menjadi akses terdekat satu-satunya bagi anak-anak untuk pergi ke sekolah, dan warga berkegiatan.

Beginilah kondisi jembatan Pabuaran yang menghubungkan desa Rancapanggung dan desa Nangerang, di kabupaten Bandung Barat. Kondisi jembatan yang pernah diterjang banjir, sempat terputus serta hampir roboh pada tahun 2016 ini, sangat memperihatinkan.

Sisa-sisa bangunan jembatan yang sebelumnya kokoh dan bisa dilalui kendaraan roda empat, kini miring ke kanan. Sedangkan bagian yang terputus hanya disambung dengan jembatan bambu seadanya. Jembatan itu pun hanya bisa diakses pejalan kaki dan roda dua.

Kondisi tersebut mengancam keselamatan warga. Padahal, jembatan yang memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar empat meter ini, menjadi akses terdekat satu-satunya saat anak-anak akan pergi ke sekolah, dan warga berkegiatan.

Salah satu siswi, Rida mengaku, kerap ketakutan saat harus melintasi jembatan pabuaran. Pasalnya, jembatan tersebut sewaktu-waktu bisa roboh.

Hal senada pun diakui serorang warga setempat, Erna. Dirinya mengaku was-was saat harus melintasi jembatan tersebut. Padahal, jembatan pabuaran menjadi akses terdekat, saat ia harus mengantar anaknya ke sekolah atau berkegiatan lainnya.

Warga berharap, secepatnya ada perhatian  dari pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi jembatan pabuaran bisa mengancam keselamatan warga. Padahal, jembatan tersebut menjadi akses terdekat satu-satunya bagi warga, untuk menuju ke pusat-pusat berkegiatan.

Algi Muhammad Gifari, Bandung tv.