Ineu: “Kami Sangat Prihatin…” Stop Penyebaran Video Mesum

227

BISNIS  BANDUNG- Video porno yang melibatkan wanita dewasa dengan dua anak yang masih di bawah umur yang videonya menyebar di dunia maya beberapa waktu lalu sangat memprihatinkan. “Kami sangat prihatin dengan kasus video porno yang katanya melibatkan wanita dewasa dengan anak jalanan di Bandung dan sebagai seorang ibu, saya tentunya sangat miris sekali melihat kasus ini,” kata Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari,  pekan ini.

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan video mesum pedofilia tersebut. “Saya minta stop atau jangan disebar, hapus saja. Ini bisa berdampak negatif bagi tumbuh kembang generasi muda kita, jadi saya harap masyarakat bisa bijaksana, jangan disebarkan lebih luas lagi,” katanya.

Pihaknya juga meminta kepada kepolisian  memberikan hukuman kepada pelaku yang merekam atau wanita dewasa dalam video mesum tersebut. Jadi kepolisian mohon bertindak sesuai aturan agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

Sebelumnya beredar video mesum yang dilakukan dua  bocah dengan satu wanita dewasa yang saat ini masih dalam penyelidikan polisi. Adegan tidak bermoral tersebut terindikasi dilakukan di wilayah Jawa Barat, terlebih terdengar percakapan menggunakan bahasa Sunda.

Ditangkap

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat berhasil mengungkap kasus video mesum yang melibatkan anak di bawah umur bersama seorang perempuan dewasa dan menangkap enam yang yang diduga terlibat dalam pembuatan video tersebut.

Menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto  atas hasil pengungkapan tersebut, enam orang yang terlibat dalam pembuatan video ditangkap  untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Enam tersangka itu FA, CC, IN, IM, HN, dan SU. Mereka ditangkap pada Minggu (7/1) di sekitar wilayah Bandung.

Agung mengatakan mereka memiliki peran yang berbeda-beda. FA sebagai sutradara dan pengambil video, CC perekrut perempuan, IN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, IM perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, HN perekrut anak juga sebagai pemeran perempuan, dan SU merupakan salah satu orang tua anak.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kata Agung, dimulai dari pertemanan FA dengan komunitas Rusia di platform media sosial Facebook. FA mengirimkan foto mesum antara seorang anak dengan perempuan dewasa pada April lalu.

Respons positif diterima FA dari komunitas tersebut akibat unggahan foto mesumnya. Ia pun mendapat tawaran untuk membuat video mesum anak yang nantinya akan diganti dengan sejumlah uang.

“Tersangka mendapat tawaran dari R yang mengaku orang Kanada untuk membuat video mesum dengan imbalan bayaran uang,” katanya.

Faisal pun menyanggupi tawaran tersebut dan kemudian meminta bantuan untuk mencarikan bocah laki-laki kepada CC dan IM. Mereka kemudian membuat video tersebut pada Mei dan Agustus 2017, di dua hotel di Kota Bandung.

“Salah seorang ibu menyuruh putranya untuk bermain dalam video tersebut padahal sang anak sudah menolak, dan akhirnya terpaksa melakukan,” kata dia.

Para tersangka dijerat dengan tiga pasal yang berbeda, yakni Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Pornografi, dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik.(B-002)***