Jokowi Ingin Penanganan Citarum Lebih Serius

167

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di gedung Balitbang PUPR, di jalan turangga kota Bandung, Selasa malam. Dalam rapat terbatas tersebut, Jokowi menjanjikan, tujuh tahun mendatang, penataan sungai Citarum selesai.

Selain itu, Jokowi mengintruksikan, agar menteri terkait dan pemerintah Jawa Barat, berkolaborasi membenahi sungai terkotor sedunia tersebut.

Selasa malam, presiden Joko Widodo bersama wakil presiden Jusuf Kala, menggelar rapat terbatas mengenai penataan daerah aliran sungai CitarumĀ  dengan sejumlah menteri kabinet kerja, di gedung Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, di jalan Turangga, kota Bandung.

Rapat terbatas tersebut membahas langkah nyata dalam rangka revitalisasi daerah aliran sungai Citarum. Selain memiliki nilai sejarah, ekonomi, dan sosial yang penting, sungai Citarum tidak hanya memberi manfaat terhadap warga Jawa Barat, tetapi juga bagi warga Jakarta.

Presiden Joko Widodo mengintruksikan, agar seluruh menteri dan pemerintah provinsi Jawa Barat serius dalam menormalisasi Citarum. Penanganannya dimulai dari hulu sungai yang isinya gasment area, di tengah ada kawasan pabrik yang air limbahnya ke Citarum, dan hilir.

Kuncinya ada di integrasi di semua kementrian, lembaga, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Selain itu, tata ruang wilayah konservasi rehabilitasi lingkungan, harus benar-benar dikerjakan. Jika bisa diintegrasikan, diperkirakan normalisasi Citarum bisa diselesaikan dengan baik dalam 7 tahun.

Presiden Joko Widodo tidak mau sungai Citarum menjadi tempat pembuangan limbah raksasa dari pabrik di sekitarnya. jika masih ada pabrik yang tidak mengikuti peraturan, diperlukan tindakan hukum yang tegas, agar memberikan efek jera.

Yuwana Kurniawan, Bandung tv.