Harga Beras Melambung

209

MELAMBUNGNYA  harga beras dari harga eceran tertinggi (HET) di pasaran Kota Bandung dan sekitarnya, cukup meresahkan masyarakat. Di sini  HET beras yang seharusnya Rp 8.800 untuk medium, naik hingga Rp 11.000.  Ya,  naik hingga 18 persen, tentunya bagi masyarakat kecil  sangat memberatkan.

Tak pelak lagi kementerian perdagangan (kemendag) akhirnya memutuskan membuka keran impor beras.Padahal sebelumnya kementerian pertanian menyatakan jika stok beras mencukupi bahkan suplus sehingga tidak perlu impor.

Dengan dibukanya keran impor beras ini membuktikan jika data yang selama ini dimiliki oleh pemerintah terkait dengan stok beras tidak kredibel. Ada misskoordinasi juga di internal pemerintah antara Menteri Pertanian dan Bulog.

Selain itu, dibukanya keran impor ini juga menjadi bukti kegagalan kementan dalam menjaga produksi beras di dalam negeri. Akibatnya, pasokan beras di pasaran menurun dan membuat harga melambung.  Ini sebagai bukti kegagalan dalam menjaga pasokan dan produksi beras di tingkat petani.

Konon  sebelumnya dikabarkan, kemendag  memutuskan untuk membuka keran impor beras khusus. Ini  dilakukan untuk menjamin ketersediaan beras di dalam negeri dan sebagai salah satu langkah untuk menekan harga beras di pasaran.

Beras tersebut akan dipasok dari dua negara yaitu Thailand dan Vietnam. Namun kemendag  memastikan beras yang diimpor tersebut bukan jenis beras yang sudah mampu diproduksi di Indonesia.

Dari berbagai negara yang ada. Dari Vietnam, Thailand, kita masukkan.‎ Beras yang tidak ditanam di dalam negeri. ‎Beras IR64 tidak kami impor, tetapi kami memasok beras impor.

Maksud impor tiada lain  guna mengisi pasokan beras di dalam negeri sambil menunggu masa panen pada Februari-Maret 2018. Dengan adanya tambahan beras impor ini diharapkan tidak ada kelangkaan dan kenaikan harga beras.

Endang Kosasih, Katapang Bandung