Legenda Opak Conggeang Cemilan Pangeran Kerajaan Sumedang Larang

304

Mengunjungi suatu daerah apalagi destinasi wisata, belum lengkap rasanya bila tak membawa buah tangan khas dari daerah yang dikunjungi. Bila Anda mengunjungi Kabupaten Sumedang, selain yang pertama terbayangkan adalah kuliner khas Sumedang, yakni tahu. Selain  tahu,  Sumedang juga memiliki beberapa makanan khas lain , antara lain ubi cilembu, oncom pasir reungit, sawo sukatali, opak conggeang,opak cimanggung dan opak beureum jatinunggal.

Opak merupakan penganan berbahan dasar beras ketan dengan bumbu tambahan berupa kelapa dan lainnya.

Opak  Sumedang di produksi di beberapa wilayah, di antara beberapa sentra opak  terkenal di Sumedang berasal dari daerah Conggeang, Jatinunggal dan Cimanggung.

Citarasa opak dari daerah tersebut memiliki citarasa khas, renyah dan gurih. Penganan opak proses produksinya masih dilakukan secara tradisional. Bahan – bahannya diolah  para perajin secara turun temurun dengan proses relatif  secara sederhana.

Proses membuatnya :

  1. Campurkan semua bahan dalam wadah, aduk hingga adonan tercampur rata.
  2. Selanjutnya, bentuk adonan tersebut menjadi bulatan-bulatan kecil, lalu pipihkan, lakukan hingga adonan habis.
  3. Setelah semuanya selesai, jemur adonan yang dipipihkan tersebut, hingga kering dibawah panas matahari.
  4. Jika sudah benar-benar kering, lalu panggangkan diatas bara sambil dibolak balik agar matangnya merata.
  5. Setelah itu, opak yang sudah dipanggang, kemudian ditiriskan
  6. Opak yang sudah dingin dimasukan ke dalam wadah tertutup.
  7. Opak ketan yang renyah dan gurih siap disajikan.

Kecamatan Conggeang sebagai salah satu sentra pembuat opak , sengaja membuat sebuah tugu sebagai tanda bahwa daerah ini merupakan sentra pembuat opak di kawasan Sumedang.

Tugu Opak Conggeang ini dibangun sekitar akhir tahun 2011. Lokasinya berada di pertigaan Conggeang tepatnya di lahan kosong yang menjadi penanda tengah-tengah pertigaan.

Tempat kosong yang sebelumnya hanya dibangun tembok bundar dengan plang penanda arah di atasnya, diubah menjadi bangunan tugu. Dengan mengambil tempat di tengah pertigaan.

Tugu Opak akan terlihat dari segala arah oleh pengunjung yang melewati wilayah Conggeang, baik dari arah Paseh, Buahdua maupun dari arah Ujungjaya.

Opak bisa dikatakan sebagai kuliner warisan leluhur,karena proses pembuatannya yang erat dengan nilai nilai tradisi.Selain itu bahan baku opak semuanya berasal dari hasil pertanian setempat.

Opak dari Sumedang untuk saat ini telah menggapai popularitas,  ini terlihat dari banyaknya penjual opak di luar Sumedang yang menjajakan penganan tersebut.Di sentra sentra oleh- oleh diluar Sumedang kita bisa dengan mudah menemukan opak.

Perjalanan panjang opak hingga saat ini masih bisa dinikmati, tidak terlepas dari keberadaan penganan ini yang merupakan cemilan favorit para Pangeran Sumedang Tempo Dulu. Cerita yang beredar di masyarakat,terutama masyarakat Cimangggung , mereka meyakini pada masa kerajaan Sumedang Larang,opak Cimanggung selalu disediakan sebagai cemilan untuk para pangeran. (E-001) ***