Jaga Stabilitas Keamanan Pilkada Serentak Jabar

161

BISNIS BANDUNG- Segenap masyarakat, khususnya TNI dan Polri  diimbau agar kompak untuk menjaga stabilitas keamanan menjelang pelaksanaan  Pilkada Serentak 2018 di Jawa Barat, termasuk  pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

“Ada pernyataan Menko Polhukam yang menyatakan Jawa Barat termasuk provinsi yang memiliki potensi kerawanan konflik pada Pilkada Serentak 2018, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat agar kompak menjaga stabilitas Jabar,” ungkap  Ketua Fraksi PDI Perjungan DPRD Jabar,  Waras Wasisto, pekan ini di Bandung.

Pernyataan Menko Polhukam Wiranto tersebut, katanya  bukan persoalan sepele karena pernyataan itu tentunya berdasar data dan analisa terlebih dahulu menteri tersebut.

“Karenanya kita yang berada di Jawa Barat harus berperan aktif dalam mengantisipasinya,” kata dia.

Menurut dia, catatan Menko Polhukam harus segera disikapi secara aktif dan hal ini harus disikapi oleh TNI dan Polri yang bertugas menjaga stabilitas politik di Jawa Barat.

Selain itu, ia juga mengingatkan peran masyarakat dianggap paling utama dalam menjaga proses demokrasi di Jawa Barat menjadi sukses tanpa ada kegaduhan.

“Jika kita semua ikut bertanggung jawab, saya yakin kontestasi Pilkada Jabar akan kondusif dan kekhawatiran Pak Menko bisa terjawab positif jika seluruh komponen ikut bertanggung jawab dalam menjaga proses demokrasi yang kondusif,” kata dia.

Pihaknya juga mengakui jika Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah yang rawan terjadi konflik terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2018.

Potensi itu terlihat dari kontestasi Pilkada Serentak di 16 wilayah kabupaten/kota dan Provinsi di Jawa Barat.

“Ada 16 Kabupaten/kota yang ikut kontestasi ditambah provinsi. Ini tentunya akan memicu konflik politik, tapi jika proses ini kita jaga dengan tanggung jawab menjaga stabilitas tentunya al-hal yang tidak diinginkan akan terhindar. Ini menjadi tugas bersama untuk menjaganya,” katanya.

Dia menyebut catatan Menko Polhukam harus segera disikapi secara aktif. Hal ini, harus disikapi oleh TNI dan Polri yang bertugas menjaga stabilitas politik di Jawa Barat. Selain itu, ia juga mengingatkan peran masyarakat dianggap paling utama dalam menjaga proses demokrasi di Jawa Barat menjadi sukses tanpa ada kegaduhan.

Apabila semua ikut bertanggung jawab, maka kontestasi Pilkada Jabar akan kondusif dan kekhawatiran Menko Polhukam bisa terjawab positif.  Seluruh komponen diharapkan ikut bertanggung jawab dalam menjaga proses demokrasi yang kondusif.

Namun, ia  juga mengakui jika Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah yang rawan terjadi konflik terkait pelaksanaan Pilkada Serentak 2018. Potensi itu terlihat dari kontestasi Pilkada Serentak di 16 wilayah kabupaten/kota dan Provinsi di Jawa Barat.(B-002)***