Pemohon Sambungan Listrik 2017 Didominasi Kalangan Pebisnis

252
Petugas PLN sedang melakukan instalasi listrik tegangan menengah 20 kilo volt ampere dengan metode tanpa padam di Kawasan Industri Gunung Putri, Cileungsi, Jawa barat, Kamis (20/11). Hingga November 2014 PLN area Cileungsi telah melayani 122 pemasangan baru dan tambah daya untuk tegangan menengah di sektor industri karena penggunaan listrik dinilai lebih hemat 30 persen dibandingkan penggunaan genset berbahan bakar solar. ANTARA FOTO/Alviansyah Pasaribu/OJT/pd/14.

BISNIS BANDUNG – Sampai dengan akhir Desember 2017, jumlah pelanggan PLN Distribusi Jawa Barat bertambah sebanyak 746.402 pelanggan atau naik 6% dari tahun lalu. Total pelanggan sampai akhir Desember 2017 sebanyak 13.253.611. Menurut Manajer Komunikasi Hukum dan Administrasi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat, Herry Zulkarnaen, dibanding dengan target yang ditetapkan, pencapaian tersebut menyentuh angka 98%.

 PLN Distribusi Jabar Banten optimis pada tahun 2018 dapat mencapai target yang ditetapkan PLN Pusat.   Target pertumbuhan pelanggan pada tahun 2017 sebesar 761.095 pelanggan , realisasinya mencapai 746.402 pelanggan. “Pencapaian tersebut, tentunya sudah sangat baik karena pencapaiannya sudah hampir 100%,” ujar Herry.

Kendala yang ditemui saat ini, Herry mencontohkan,  di wilayah perkotaan urban seperti Kota Bandung, pembangunan pemukiman baru dan kawasan industri  sudah stagnan karena wilayahnya sudah berkembang.

Selain itu, untuk pelanggan yang berada di perkampungan, masih ada beberapa pelanggan yang masih berharap listrik gratis dari pemerintah melalui program listrik perdesaan. “Namun terlepas dari itu semua sejauh ini angka pertumbuhan pelanggan di wilayah Jawa Barat masih dalam kategori sangat baik, “ tutur Herry, baru-baru ini.

Herry menyebut, beberapa wilayah dengan pertumbuhan target sambungan listrik terbesar , bahkan lebih dari 100 % , antara lain di Area Gunung Putri, Tasikmalaya,  Bekasi, Majalaya, Sukabumi, dan Area Cirebon.

Sedangkan untuk pencapaian pertumbuhan pelanggan yang masih di bawah 90% dari target antara lain Area Bandung, Karawang,  Purwakarta dan Area Sumedang. Pada tahun 2017  pertumbuhan segmen pelanggan bisnis menunjukan pertumbuhan yang paling besar (18,6%) dibandingkan dengan pertumbuhan segmen lainnya.

Segmen pelanggan bisnis ini menggunakan kapasitas listrik mulai dari 450 VA hingga 6.600 VA serta lebih dari 2.200 KVA. Sampai awal tahun 2018  belum ada penetapan target , namun dipastikan targetnya meningkat dari tahun 2017.

Sambungan 900 VA

Dikemukakan Herry , untuk pemohon sambungan listrik tahun 2018,   umumnya pelanggan mengajukan permohonan untuk daya 900 VA. Paling banyak terdapat di wilayah Bekasi, Bogor dan Cirebon.

Untuk pemasangan baru biaya dibebankan pada pelanggan,  PLN hanya menyediakan biaya investasi untuk mengembangkan jaringan listrik di wilayah tersebut. Terlebih untuk pengembangan jaringan listrik perdesaan. Biaya penyambungan yang dibebankan kepada pelanggan sesuai dengan Permen ESDM nomor 27 Tahun 2017.

Sokongan dana dari pemerintah, hanya untuk Program Listrik Perdesaan . Di luar program tersebut, menurut Herry , PLN menggunakan anggaran investasi sendiri , termasuk menggunakan biaya yang langsung dibebankan kepada pelanggan melalui Biaya Penyambungan.

Untuk program “Jabar Caang” yang dibantu oleh pemerintah, sebenarnya tidak ada prosentase khusus untuk pembiayaannya namun dilihat dari item pembiayaannya. Dana dari PLN digunakan untuk investasi pembangunan jaringan kelistrikan hingga sampai ke rumah-rumah.

Sedangkan pemerintah menanggung biaya penyambungan, sehingga listrik predesaan tersebut bisa digunakan oleh pelanggan secara gratis. Menyambut target penyambungan baru , pada tahun 2018 akan menerapkan strategi Aggressive Marketing untuk mengoptimalkan seluruh potensi pertambahan pelanggan dan pendapatan dari penggunaan energy listrik.

“Misalnya di wilayah Bekasi pernah kami coba menerapkan dengan melibatkan sekitar 1.000 orang marketer. Tugas mereka yang  memotret potensi pelanggan-pelanggan baru yang ada di wilayah kerja masing-masing. Setelah mengidentifikasi potensi pelanggan tersebut, PLN jemput bola untuk memastikan pelanggan tersebut mendapatkan pelayanan pasang baru yang cepat sehingga bisa langsung menikmati aliran listrik .

Dikemukakan Herry lebih lanjut, secara ekonomis dan sosiologis, manfaat dan dampak jika target sambungan baru tersebut tercapai tentu hal ini terkait dengan rasio elektrifikasi di Provinsi Jawa Barat.

Artinya semakin tinggi angka permohonan pasang baru , akan semakin meningkat jumlah rumahtangga yang dialiri listrik dari PLN. “Selain itu kami sangat berharap  tenaga listrik yang disalurkan untuk para pelanggan baru  dapat membantu menggerakkan aktivitas perekonomian maupun kegiatan sehari-hari, sehingga pelanggan menjadi produktif dan juga sejahtera,”ucap Herry.

Diakui Herry , saat ini dukungan dari pemerintah sudah sangat baik dan optimal dan bersinergi  untuk meningkatkan pembangunan di seluruh pelosok Jawa Barat, mengingat ketersediaan tenaga listrik merupakan salah satu indikator penting dalam berinvestasi.

PLN sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah, khususnya pada bidang pembangunan infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat. Mengacu pada pencapaian target pertumbuhan pelanggan tahun 2017, saat ini masyarakat cukup antusias mengajukan permohonan sambung baru maupun tambah daya.

Apalagi di tahun 2018  banyak program promo yang menarik bagi pelanggan. Selain promo, kami juga  menyediakan banyak  kemudahan terkait dengan pengajuan permohonan penyambungan baru termasuk mengoptimalkan keberadaan Contact Center PLN 123, memanfaatkan jaringan telepon, media sosial , email termasuk mengembangkan aplikasi PLN Mobile yang memudahkan pelanggan untuk menikmati layanan PLN selama 24 jam.

Herry juga mengulas , adanya calo dan potensi pelanggaran integritas, PLN telah bekerjasama dengan dunia perbankan melalui mekanisme PPOB (Payment Point Online Bank) , hingga pelanggan tidak diperkenankan melakukan transaksi apapun di kantor PLN maupun di rumah pelanggan sendiri. “Sehingga potensi penyalahgunaan oleh oknum  bisa diminimalisir”, pungkasnya .  (E – 018)***