BIJB Sejarah Baru Infratruktur

252

BISNIS BANDUNG-  Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berlokasi di Kecamatan Kertajati, Majalengka menjadi sejarah baru pembangunan infrastruktur di Indonesia. Adanya kerja sama operasi (KSO) antara PT BIJB dan Angkasa Pura  II merupakan  yang pertama  di Indonesia, khususnya bandara.

Menurut Menteri  Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, saat  penandatanganan KSO antara PT BIJB dengan PT Angkasa Pura, di Gedung Negara Pakuan Bandung, Senin (22/1), belakangan ini  pemerintah daerah mana pun jika  bertemu dengan Presiden RI atau menteri selalu berharap pembangunan infrastruktur di daerahnya seperti pengembangan bandara atau jalan tol.

“Setiap kali bertemu presiden atau menteri, pemda, khususnya pemprov selalu berharap adanya pengembangan bandara, jalan tol yang dibiayai oleh APBN,” tuturnya  yang didampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Ketua DPRD Jabar Ineu  Purwadewi Sundari.

Namun, adanya KSO antara PT BIJB dengan PT AP II tersebut seolah mematahkan anggapan tersebut karena cikal  bakal pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat ini digagas oleh pemerintah daerah. “BIJB atau Bandara Kertajati ini awalnya yang saya tahu tidak berfikir seperti itu, tapi berupaya benar-benar tidak hanya inisiasinya dari pemerintah daerah tetapi juga pendanaannya dan operasinya,” kata dia.

“Bahwa kemudian di tengah jalan ada berbagai perubahan, yang saya tahu ada APBN untuk sisi udaranya terutama tapi tentunya akan tetap harus memberikan apresiasi dan saya harap sabar ini bisa menular ke daerah lain,” lanjut dia.

Pihaknya juga sepakat dengan penamaan Bandara Internasional Jawa Barat karena bandara ini tidak hanya untuk wilayah Bandung semata namun harus menjadi bandara warga Jawa Barat.

“Saya melihatnya Bandung punya Bandara Husein Sastranegara yang kapasitas sangat terbatas dan juga punya keterbatasan dari segi cuaca, karena di daerah pegunungan. Tetapi saya sangat setuju dengan penamaan ini Bandara Internasional Jawa Barat karena ini bukan hanya bandaranya Bandung ini benar-benar harus menjadi bandara Jawa Barat,” kata dia.

Oleh BUMN/D

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  mengatakan BIJB adalah bandara pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh BUMD dan BUMN. “Saya mengapresiasi adanya kerja sama yang dilakukan BIJB dan AP II. Ini sejarah baru, bandara pertama yang dioperasikan BUMN dan BUMD sekaligus,” ucapnya.

Kerja sama ini menurutnya menjadi bagian dari sejarah mengingat dalam pengoperasian suatu bandara melibatkan BUMN yakni PT Angkasa Pura dan BUMD sekaligus yakni PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

“Kita berharap dengan selesainya KSO antara PT BIJB dengan AP II ini ada sebuah kejelasan bahwa bandara ini pasti jadi karena sudah KSO,” kata Aher.

Ia berharap dengan adanya KSO antara PT BIJB dan PT Angkasa Pura II maka pengerjaan Bandara Kertajati yang tinggal 15 persen bisa dikebut sehingga bisa digunakan untuk pemberangkatan haji Jawa Barat pada tahun 2018.(B-002)***