Lezatnya Soto Kecik dan Lama Khas Sokaraja Disajikan dengan Taburan Krupuk Warna Warni

445

Sajian kuliner adalah pelengkap dari sebuah destinasi wisata,tak lengkap rasanya apabila kita mengunjungi sebuah tempat wisata tanpa menyantap sajian kuliner daerah tersebut.Tidak begitu jauh dari kawasan Baturaden tepatnya wilayah Sokaraja menyimpan kekayaan kuliner unik dengan cita rasa khas Banyumasan.Sajian kuliner pertama berupa soto atau kerap disebut juga sroto Sokaraja, Berbeda dengan makanan soto dari daerah lain, salah satu ciri khas yang membedakan Soto Sokaraja dengan soto lainnya adalah penggunaan ketupat dan sambel yang terbuat dari kacang.

Pada umumnya soto Sokaraja dibedakan menjadi dua jenis, tergantung pada daging yang digunakan, yaitu daging sapi dan daging ayam. Kuah yang digunakan sesuai dengan dagingnya, artinya apabila menggunakan daging ayam, maka kuah yang digunakan juga kuah atau kaldu ayam.

Kuah atau kaldu yang digunakan ditambahkan sedikit kunyit untuk menampilkan warna bening kekuningan. Sedangkan untuk citarasa dan keharuman aroma dapat ditambahkan daun sereh, lengkuas dan jahe.

Selain daging sapi atau daging ayam, Soto Sokaraja ditambahkan dengan tauge pendek atau tauge muda, ditaburi krupuk cantir atau krupuk bawang warna-warni, dan bawang merah goreng.

Warung Soto yang terkenal dan sudah berdiri puluhan tahun serta menjadi langganan masyarakat di Sokaraja dan sekitarnya adalah Soto Kecik dan Soto Lama. Soto Kecik ini adalah salah satu warung makan yang menyediakan Soto Sokaraja dengan citarasa yang berbeda.

Menurut pendapat para pelanggannya Soto Kecik ini sangat lezat. Sedangkan Soto Lama adalah warung makan yang menjual Soto Sokaraja sejak tahun 1978. Untuk dapat menikmati kelezatan kedua warung soto ini anda dapat menemukannya di pinggir jalan raya.

Pada proses penyajian Soto Sokaraja, ketupat diiris dengan ukuran kecil dan diusahakan menggunakan ketupat yang memakai daun kelapa muda bukan ketupat yang dibungkus plastik.

Ketupat yang dibungkus dengan daun kelapa muda akan memberikan sensasi rasa yang lebih gurih, selanjutnya disiram dengan kuah soto. Sambal kacang yang digunakan sangat mirip seperti sambal kacang untuk sayuran pecel, bisa dicampurkan langsung dengan kuah soto, ataupun disajikan secara terpisah.

Sajian kuliner lainnya ialah Gethuk Goreng, cemilan asli khas Sokaraja, Banyumas yang sudah cukup populer di masyarakat luas.Gethuk Goreng terbuat dari bahan dasar singkong atau biasanya masyarakat Banyumas menyebutnya dengan sebutan “boled”.

Dengan tambahan gula jawa membuat getuk goreng ini menjadi manis dan gurih. Gethuk Goreng dibuat sekitar tahun 1918 secara tidak sengaja oleh  Sanpringad,  penjual nasi rames keliling di daerah Sokaraja.

Getuk basah adalah salah satu dagangannya. Pada saat itu getuk yang di jual tidak laku, sehingga ia memilik akal agar getuk tersebut bisa di konsumsi kembali. Kemudian getuk yang tidak habis di jual itu digorengnya dan dijual kembali.Ternyata Gethuk Goreng ini sangat digemari oleh para pembeli.

Jika awalnya Gethuk Goreng hanya memiliki rasa original dari gula jawa. Kini memiliki  beberapa macam varian rasa,  rasa durian, rasa coklat, rasa nangka, rasa nanas dan lainnya. Rasa gurih manis dan legit dari Gethuk Goreng sangat cocok dinikmati dengan segelas teh manis atau kopi. Harganya Rp 30.000/kilogram.