Pancuran Telu Dipercaya Sebagai Petilasan Syekh Maulana Maghribi

952

Dalam perjalanan beberapa waktu lalu,kami sempat mengunjungi kawasan Pancuran Telu Pitu yang mirip dengan Pancuran Pitu. Obyek wisata alam Pancuran Telu berada di kawasan Lokawisata Baturaden. Dari pintu gerbang Lokawisata Baturaden jaraknya sekitar 500 meter.Menurut cerita masyarakat setempat, konon  Pancuran Telu adalah petilasan dari Syekh Maulana Maghribi atau Syekh Maulana Malik Ibrahim, penyebar agama Islam pertama di tanah Jawa yang memiliki pengaruh sangat luas.

Konon ia sampai  ke kawasan sekitar Pancuran Telu di Baturraden  setelah  melihat ada pancaran cahaya dari langit yang jatuh di wilayah lereng Gunung Slamet ini.

Daya tarik utama Pancuran Telu ialah bisa berendam bebas di kolam rendam terbuka. Selain itu pengunjung juga bisa merasakan kehangatan air panas Pancuran Telu Baturaden yang mengandung belerang lewat pancuran air yang ada di sana. Pancuran itu disekat  dalam bilik-bilik kecil.

Disebut Pancuran Telu karena sebelumnya di tempat ini  hanya ada tiga pancuran air panas. Kandungan senyawa belerang yang berada  dalam air panas Pancuran Telu Baturaden ini dipercaya bisa memperhalus kulit dengan cara berendam di sana.

Juga dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit kambuhan seperti eksim serta bisa meringankan penyakit rematik, jika saja cukup rajin secara berkala datang ke tempat ini.

Jika biasanya Pancuran Telu hanya bisa dikunjungi saat pagi sampai sore hari , kini tahukah pada malam hari-pun Anda bisa mengunjungi Pancuran Telu  untuk  mandi menghangatkan badan atau untuk terapi mandi dengan air belerang.

Namun bukan sembarang hari, anda bisa mengunjunginya,  yang dibuka pada malam hari hanya ada 2 waktu saja, pada hari Senin malam Selasa Kliwon dan hari Kamis malam Jum’at Kliwon.Dihari tersebut Pancuran Telu dibuka untuk umum, siapapun boleh masuk, sebaiknya Anda datang mulai jam 9 malam,  saat kawasan itu mulai ramai oleh pengunjung.

Harga tiket masuk sama seperti pada siang hari, bedanya pada siang hari anda harus membeli 2 tiket  masuk pintu utama dan tiket masuk lokasi Pancuran Telu, kunjungan pada malam hari cukup membeli satu tiket saja di pintu masuk utama.

Sampai di  Pancuran Telu, Anda akan menemukan berbagai kegiatan , mulai dari yang berendam sampai ada pula yang sedang melakukan tirakat, mengingat disini ada 2 situs untuk tirakat yang berdekatan dengan Pancuran Telu.

Berendam di hangatnya sumber air panas alami ditengah udara dingin khas pegunungan merupakan sensasi luar biasa.Tubuh terasa segar setelah sumber air panas alami ini menghangatkan tubuh kita.Tidak mengherankan  banyak pula pengunjung yang mencoba berendam disini pada malam hari. (E-001) ***