BIUTR untuk Atasi Kepadatan Arus Lalulintas Kota Bandung

115

BISNIS BANDUNG- Proyek  Bandung Intra Urban Toll Road  (BIUTR) semastinya  segera terealisasi untuk memecahkan kepadatan arus lalu lintas di Kota Bandung.

“Flyover Pasteur  tidak cukup, nantinya akan disambung dengan  terowongan di kawasan Gedung Sate, kemudian mendekati Dinas Kehutanan baru ada elevated.  Kemudian direncanakan double dekker hingga ke Ujung Berung,”  ujar Sekda Jabar, Iwa Karniwa kepada wartawan, pekan ini..

Menurut Iwa, Pemprov Jabar  tengah memproses pembagian peran dan juga alokasi anggaran denganpemerintah Kota Bandung untuk pembangunan  BIUTR. Namun, diakuinya sampai saat ini belum ada titik temu.

“Hal tersebut, membuat proyek jalan tol dalam kota tersebut sampai saat ini belum terealisasi,” tturnya.

Ia menyebut  proyek BIUTR menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR, Pemprov Jabar dan juga Pemkot Bandung. Ketiga pihak tersebut, nantinya akan mengikat sebuah kerjasama dalam semua MoU. Namun dari ketiga pihak ini, hanya PUPR yang paling siap.

Pemprov dan Pemerintah Kota Bandung, kata dia, belum siap. Karena, MoU itu tidak hanya sekedar MoU tapi perlu komitmen penyediaan anggaran untuk pembebasan anggaran dan ini masih dalam proses.

“Jadi kami masih membahas peran dan pembagian alokasi anggaran,” katanya.

Menurut Iwa, adapun jumlah kewajiban Pemprov dan Pemkot yaitu membebaskan lahan untuk 6,7 Km jalan tol tersebut. Namun, 2,1 Km di antaranya sudah dikerjasamakan dengan Summarecon. Lainnya, terdapat 17 lahan milik pemerintah pusat yang harus dikordinasikan oleh Kemenko Maritim dan Perekonomian.

Pemprov sendiri, kata Iwa, menyadari proyek tersebut memang harus segera dikerjakan. Terlebih pihak JICA sudah siap mendanai kontruksi jalan tol sepanjang 6,7 km itu. Mereka, rela menunggu kesiapan Pemprov dan Pemkot bertahun-tahun.

“JICA memang tidak ada masalah, mereka ready. Kami berterma kasih karena mereka bersedia menunggu tahunan. Tapi kami tetap optimis proyek ini akan tetap dikerjakan (Oleh JICA),” katanya.(B-002)***