Santapan di Area Curug Jenggala Menikmati Secangkir Kopi dan Mendoan Hangat

175

Perjalanan Mandalawangi di wilayah Jawa Tengah, kami sempat mengunjungi curug Jenggala di wilayah Dusun Kalipagu,Desa Ketengger,Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Pengelolaan curug dilakukan oleh masyarakat Dusun Kalipagu. Aksebilitas menuju lokasi cukup mudah. Dari pusat Kota Purwokerto perjalanan Anda arahkan  menuju kawasan objek wisata Baturaden,sesampainya di Baturaden, ambil arah menuju Desa Ketengger . Disini cukup banyak petunjuk jalan mengarahkan menuju lokasi curug.

Kemajuan teknologi terutama adanya sosial media turut melambungkan kepopuleran Curug Jenggala,foto maupun video curug tersebut bisa kita temukan dengan mudah.Para pengunjungnya menurut pihak pengelola, selain berasal dari kawasan Banyumas datang juga dari  kota-kota lain dari luar Provinsi Jawa Tengah.

Akses yang cukup mudah menuju lokasi merupakan daya tarik para pengunjung mengunjungi kawasan curug.Sebelum sampai ke lokasi curug dari tempat parkir kendaraan, para pelancong menyusuri jalan setapak sejauh 500 meter dengan kontur menanjak.

Ketika kaki mulai melangkah menikmati trek menanjak,kita akan banyak menjumpai spot menarik untuk berswafoto atau mengambil gambar pemandangan alam. Bendungan PLTA Ketengger dengan pipa- pipa besarnya serta lahan pertanian, hingga lahan perkebunan kopi adalah spot  lain yang bisa kita nikmati.

Kurang lebih 30 menit trekking menyusuri jalanan setapak akhirnya kita sampai di lokasi curug.  Daya tarik utama berswafoto ialah  Selfie Deck pada papan kayu berbentuk hati ( love) dengan background air terjun yang di kelilingi taman bunga.

Curug Jenggala memang tidak terlalu tinggi, namun memiliki jatuhan aliran air yang cukup deras. Karakteristik dari objek wisata Banyumas satu ini adalah terdapatnya 3 aliran air,  air terjun utama berada di tengah dengan aliran paling deras.

Fasilitas penunjang wisata  disediakan oleh pengelola berupa lahan parkir,sarana ibadah,penjual makanan minuman dan sarana penginapan berupa home stay.

Para pelancong yang datang dikenakan tarif masuk Rp 5.000/orang.Para pelancong biasanya ramai saat akhir pekan atau masa liburan,sedangkan hari biasa tidak begitu ramai.

Penganan kuliner khas di kawasan curug yang di jual oleh masyarakat sekitar di antaranya mendoan yang dinikmati hangat- hangat dengan paduan kopi atau teh memiliki kenikmatan tersendiri.

Untuk harga penganan kuliner ini para pelancong tidak perlu takut kemahalan,karena masing masing penganan kuliner dijual dengan harga cukup terjangkau.Hanya dengan uang Rp 15.000 kita bisa mendapatkan sepiring mendoan beserta kopi atau teh untuk menghangatkan tubuh.(E-001) ***