Tim Vertical Rescue Indonesia dan Lions Club Bandung Ceria Menyambung Harapan dengan Jembatan Gantung

142

Tidak terbayang sebelumnya bagi warga Desa Sukasari dan Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari,Kabupaten Purwakarta bakal memiliki jembatan alternatif yang menghubungkan kedua desa mereka. Aktivitas kedua warga desa yang  cukup tinggi terkendala oleh sungai Cikanyayan.

Sungai selebar hampir 30 meter ini pada musim penghujan airnya meluap. Karenanya bila musim penghujan warga desa harus memutar sejauh 6 kilometer bila pergi ke sekolah atau lahan pertanian. Keadaan itu  berlangsung selama bertahun tahun.  Kini hal itu  terpecahkan karena dibangun jembatan gantung.

Pembangunan jembatan gantung dilakukan oleh tim Vertical Rescue Indonesia, dibantu pendanaannya oleh Lions Club Bandung Ceria.Bukan hanya Vertical Rescue Indonesia dan Lions Club Bandung Ceria saja yang terlibat dalam pembangunan jembatan ini,warga masyarakat serta aparatur pemerintah terlibat membantunya. Pembangunan jembatan gantung dilakukan kurang lebih selama satu minggu.

Seperti  pembangunan jembatan gantung di daerah lainnya di Indonesia yang digagas oleh tim Vertical Rescue Indonesia, jembatan gantung di Sukasari ini masuk dalam rangkaian ekspedisi 1000 jembatan gantung untuk Indonesia dan  merupakan jembatan ke 44 yang dibangun tim Vertical Rescue  di bantu oleh beberapa pihak.

Dalam membangun jembatan gantung, tim Vertical Rescue sebelumnya melakukan survey dan pengkajian di lapangan dan topografi kawasan.Hal ini dilakukan agar jembatan gantung yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Alat – alat untuk membangun jembatan disediakan oleh tim Vertical Rescue Indonesia,untuk jembatan ke 44 ini Lions Club Bandung Ceria memberikan bantuan tidak sedikit.

Layaknya jembatan gantung sebelumnya yang telah  dibangun,faktor keselamatan menjadi aspek penting yang diperhatikan. Anggota tim Vertical Rescue Indonesia dengan segenap kemampuan yang terlatih bahu membahu mempersiapkan segala sesuatunya.

Mulai dari pembangunan tiang pancang ditopang alat  memadai , ditambah untuk pengaman bagunan tiang pancang pada  struktur tanah yang lembek. Tim menggunakan metode dead man untuk memasang alat pengaman untuk tali bentang baja serta tiang pancang.

Pengalaman dijadikan guru terbaik,begitu juga yang dilakukan oleh tim Vertical Rescue,  pengalamanlah yang memberikan kenyamanan dalam bekerja. Meski jembatan ini  adalah jembatan darurat , namun untuk faktor keselamatan bisa di pertanggungjawabkan.

Setelah satu minggu pengerjaan, jembatan ke 44 berhasil di rampungkan. Dengan upacara sederhana penggunaan jembatan gantung ini di resmikan pada tanggal 1 maret 2018.

Hadir pada acara peresmian tersebut  Plt Bupati Purwakarta Drs Haji Dadan Koswara, Lions Club Bandung Ceria segenap anggota masyarakat kedua desa, aparat TNI dan Polri.

Dengan diresmikannya jembatan gantung ini warga kedua desa bisa bernafas lega,meskipun sungai meluap mereka bisa beraktivitas secara normal.Anak anak bisa bersekolah dan warga masyarakat tetap bisa mengolah lahan pertanian maupun menjual hasil kebun mereka.

Selain membangun , tim Vertical Rescue Indonesia tidak henti hentinya melakukan edukasi mengenai jembatan gantung yang penggunaanya harus sesuai dengan prosedur keselamatan yang disarankan , penyebrang dibatasi per tiga orang,tidak diperkenankan menyebrang secara bergerombol.

Hal lainnya yang diharapkan tim Vertical Rescue Indonesia kepada masyarakat adalah merawat jembatan gantung. Tim vertical rescue Indoensia dengan ekspedisi 1000 jembatan gantung, meski akhirnya berhasil membangun jembatan gantung ke 1000 , namun hal itu bukan akhir dari perjuangan.

Tim akan terus memberikan sumbangsihnya bagi negara  melalui pembangunan jembatan gantung di seluruh pelosok tanah air.

Terutama wilayah yang secara alamiah mengalami hambatan mobilitas karena terpisah oleh sungai atau medan vertical yang membutuhkan jembatan gantung untuk menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. (E-001) ***