Kawasan Bandung Raya Memasuki Puncak Hujan

120

BISNIS BANDUNG- Selama Maret ini sejumlah wilayah di Jawa Barat khususnya kawasan Bandung Raya tengah memasuki puncak musim hujan.  Oleh sebab itu warga  masyarakat diimbau lebih berhati-hati di tengah kondisi cuaca tidak menentu seperti saat ini.

Kepala Stasiun BMKG Bandung Tony Agus Wijaya mengatakan secara umum wilayah Jabar memang tengah memasuki musim penghujan.

“Wilayah Bandung dan sekitarnya hujan berada di puncak musim hujan. Jadi curah hujan tertinggi selama setahun itu terjadi di Maret ini. Sehingga wajar apabila beberapa hari ini cukup tinggi dan relatif merata di sebagian besar wilayah Jawa Barat,” kata  Kepala Stasiun BMKG Bandung, Tony  Agus Wijaya  kepada pers, pekan ini.

Dia mengungkapkan, dari hasil pengamatan beberapa hari terakhir karakter cuaca umumnya pada pagi hari berawan. Sementara siang atau sore berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi yang disertai petir dan di beberapa lokasi disertai angin kencang.

“Masyarakat perlu mengantisipasi (dengan) memeriksa saluran air, memeriksa cabang pohon yang terlalu rimbun yang dikhawatirkan jika tertiup angin bisa patah,” ucapnya.

Dalam beberapa hari terakhir saja kecepatan angin yang di wilayah Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandug Barat dan Kota Cimahi mencapai 40 kilometer per jam. Sehingga kondis seperti itu perlu diwaspadai masyarakat.

“Tipe angin kencang yang terjadi memang beragam tapi umumnya gerakan horizontal berbeda dengan puting beliung diawali dengan munculnya awan cumulonimbus yang hitam pekat. Yang terjadi beberapa hari ini angin kencang berkekuatan sedang berkecepatan 40 kilometer per jam,” kata Tony.

Untuk daerah yang berpotensi diterjang angin kencang, Tony menerangkan, semua daerah di Jabar memiliki potensi tersebut. Rata-rata kecepatan anginnya dari 10-20 kilometer per jam.

“Secara umum memang seluruh Jabar ada potensi angin kencang namun bukan kategori ekstrem antara 10-20 km per jam,” ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah, BPBD dan instansi lainnya mengenai situasi cuaca di Jawa Barat.

“Dari awal musim hujan lalu kita update setiap harinya koordinasi dengan pemerintah daerah juga sangat erat terutama dengan BPBD. Untuk potensi kondisi ekstrem terus kita amati agar dapat mengurangi dampaknya,” jelasnya.(B-002)***