Aduh…Gunakan HP Saat Berkendara

179

RASANYA sudah menjadi pemandangan  biasa berkendara sambil menggunakan ponsel. Entah itu saat mengendarai mobil atau sepeda motor, mereka bebas bercakap-cakap seperti bukan di jalan raya. Fenomena  ini jangan terus dibiarkan, sebab bisa membahayakan bagi dirinya atau orang lain.

Saya  sering kesal dan  kecewa menyaksikan  orang dengan seenaknya menggunakan  HP, bukan saja kalangan muda, tapi juga kalangan  yang sudah tua usianya.

Aduuh… gunakan ponsel saat berkendara.  Maunya sih, saya mengingatkan dengan cara mengklakson. Tapi malah jadi ribet, karena  pengguna ponsel tidak mau terima akhirnya  harus ribut dengan perang urat leher.

Di satu sisi, masyarakat diminta  pro-aktif atas pelanggaran di jalan raya, namun persoalannya tidak mudah. Oleh karena  itu, polisi yang harus pro-aktif menghentikan  pengendara yang menggunakan ponsel di jalan raya, dan ditilang! Biar kapok,  sehingga kasus kecelakaan di jalan raya  jumlahnya terus mengecil.

Saya  yakin berkendara sambil memainkan telepon seluler melanggar aturan.  Semestinya jika ditemukan adanya pengendara yang memainkan ponsel saat berkendara  diberikan  sanksi tilang.

Peraturan  tersebut  tak terkecuali bagi para pengemudi ojek online yang kerap menggunakan ponsel saat berkendara untuk melihat GPS. Intinya  penggunaan ponsel saat berkendara dapat mengganggu konsenterasi pengendara, sehingga  berbahaya bagi si pengendara atau pun orang lain.

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Begitu pula dalam Pasal 283 disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750.000.

Ridwan Hamid, Muararajeun Lama Bandung