Setelah Sempat Terhenti Ekspor Mobil ke Vietnam Kembali Terbuka

131

Peluang Indonesia untuk mengekspor mobil ke Vietnam kembali terbuka setelah melalui serangkaian negosiasi antara delegasi kedua negara guna menyamakan persepsi dan memenuhi regulasi yang diterapkan pemerintah Vietnam.   

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mendukung langkah pemerintah yang melakukan negosiasi dengan pemerintah Vietnam terkait dengan pelarangan impor mobil dari Indonesia.

“Tim dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Gaikindo baru saja pulang dari Vietnam. Memang pemerintah Vietnam menginginkan Vehicle Type Approval (VTA) yang dibuat Indonesia memenuhi persyaratan yang diinginkan Vietnam, kita sesuaikan saja VTA atau uji layak/uji tipe,” kata Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, dalam keterangan tertulis yang diterima BB, Senin .

Jongkie menyebutkan, tidak ada dampak yang terjadi dengan perubahan VTA, hanya saja ekspor terhenti lantaran terbit Prime Minister Decree No. 116/2017 dan Circular No. 03/2018.

“Tim membawa solusi konkret agar ekspor kembali berjalan. Padahal VTA Indonesia sudah baik, dan tidak ada perbedaan signifikan dengan Vietnam. Contohnya, kalau di sini ditulis 1 centi meter (cm), di sana maunya 10 mili meter (mm) dan dalam waktu dekat perubahan VTA akan selesai,” papar dia.

Sedangkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan mengatakan, pihaknya akan mengubah VTA kendaraan bermotor tipe completely build up (CBU) sesuai ketentuan impor yang saat ini berlaku di Vietnam. Dengan penyesuaian VTA ini, Indonesia dapat segera memulihkan kembali ekspor mobil ke negara tersebut.

“Pemerintah Indonesia akan segera menyampaikan perubahan atas sertifikat VTA kepada pemerintah Vietnam guna mendapatkan respons pada kesempatan pertama. Diharapkan ekspor otomotif nasional ke Vietnam dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” ujar Oke.

Sebelumnya , ekspor produk otomotif Indonesia dalam bentuk kendaraan bermotor tipe CBU ke Vietnam sampai dengan Maret 2018 terhenti. Hal ini menyusul kebijakan Vietnam yang memberlakukan dua peraturan baru terkait impor kendaraan bermotor.

Untuk membuka kebuntuan ekspor, pemerintah Indonesia mengutus delegasi yang melakukan rangkaian konsultasi teknis dengan pemerintah Vietnam dan asosiasi kendaraan bermotor Vietnam. Delegasi Indonesia terdiri atas perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian serta Gaikindo.

“Kemendag berkomitmen terus mengawal ekspor produk otomotif Indonesia ke Vietnam agar target total perdagangan Indonesia-Vietnam sebesar US$10 miliar pada 2020 dapat terwujud,” tutur Oke menjelaskan. (E-002/BBS)***