Diperlukan Jalan Lingkar Perbaiki Tanjakan Emen

128

BISNIS BANDUNG- Pemerintah  perlu segera mencari solusi untuk mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di tanjakan Emen, Subang. Salah satunya dengan membangun jalan lingkar sepanjang 7 kilometer di kawasan tersebut.
Upaya rekayasa jalan dinilai  tidak efektif mengurangi insiden kecelakaan di kawasan tersebut.  Oleh sebab itu,  pembangunan jalan lingkar solusi yang harus dilakukan pemerintah.

“Ternyata untuk rekayasa jalan tidak memungkinkan.  Dan yang paling memungkinkan membuat lingkar tanjakan sekitar 7 kilometer untuk jangka panjangnya,” kata  Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Ali Hasan kepada wartawan, pekan ini.

Ia menuturkan sudah membahas rencana pembangunan jalan lingkar ini dengan Dinas Bina Marga dan Pekerjaan Umum Jabar. Ia meminta Pemprov Jabar mulai membangun jalan lingkar di tahun ini.

“Toh anggarannya relatif  kecil  Rp 100 miliar. Bisa dianggarkan di APBD perubahan. Target tahun ini sudah mulai dan tahun 2019 harus sudah selesai. Jadi jangan lama-lama lah,” ungkapnya.

Menurutnya, solusi jangka pendek bisa dilakukan dengan memperbanyak rambu peringatan dan marka jalan di tanjakan Emen.  Hal ini bersifat sementara sambi menunggu pembangunan jalan lingkar selesai.

“Kami minta kepada Dishub untuk  dipasangkan rambu-rambu yang komplit, dan dikasih marka kejutan yang kecil-kecil itu aja dipasang sekian kilo untuk mengurangi kecepatan mobil,” tutur dia.

Dia menyebut jalan lingkar nantinya bisa dimanfaatkan oleh bus atau kendaraan umum. Sedangkan tanjakan Emen jalur lama bisa digunakan truk dan kendaraan pribadi baik roda empat dan roda dua.

“Kalau lingkar tanjakan Emen selesai, jalan yang lama digunakan untuk truk dan mobil kecil saja. Jalan yang baru nanti baru untuk bus, angkutan umum dan sebagainya,” kata Ali.

Hal senada disampaikan Menteru Perhubungan, Budi Karya Sumadi  yang  menyatakan Tanjakan Emen di wilayah Subang,  yang curam berulang kali mengakibatkan kecelakaan yang memakan korban jiwa. Lokasi ini akan dibenahi dengan dibuat lebih lebar dan landai.

Pemerintah, katanya  tidak ingin kecelakaan maut terus terjadi di Tanjakan Emen. Perombakan tanjakan yang berlokasi di Kampung Cicenang, Kecamatan Ciater, Subang, ini akan dilakukan segera.

“Mungkin 3-4 bulan tanjakan itu akan berubah. Lebih aman, lebih landai, lebih lebar. Tambahan rambu,” kata menhub.

Ia  menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat untuk mewujudkan hal ini.  Selain dibuat lebih lebar dan landai, Tanjakan Emen bakal diberi pembatas.

“Membuat suatu pembatasan-pembatasan. Ini sedang perencanaan,” sebut Budi.

Sejak 2004, Tanjakan Emen sudah menelan korban jiwa  puluhan  orang melayang. Kecelakaan maut terbaru melibatkan satu mobil travel, Senin (12/3) . Ada tujuh orang yang mengalami luka berat.(B-002)***