DPRD Jabar Apresiasi Capaian Aher-Demiz

144

BISNIS BANDUNG- Masa kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar periode 2013-2018 mendapat apresiasi DPRD Jabar. “Kami melihat Pemprov Jabar  di bawah  duet Aher-Demiz mengalami kemajuan  yang signifikan,”kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Irfan Suryanagara, di Kota Bandung, Selasa pekan ini.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membacakan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Tahun 2017 dan LKPJ Akhir Masa Jabatan (AMJ) 2013-2018 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat.

Irfan menuturkan, hasil dan capaian positif tersebut dapat dilihat dari prestasi-prestasi yang telah diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama periode 2013-2018 dengan mendapat
penghargaan 160 lebih.

Ia  mengakui bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah cukup berhasil mendekatkan pelayanan, fasilitas dan sarana umum bagi masyarakat. Pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, pelayanan kesehatan dengan diadakannya puskesmas rawat inap, pendidikan dengan adanya kelas jauh itu salah satu bentuk dari pada mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Transportasi  jalan 98 persen dalam keadaan mantap, lalu laporan administrasi keuangan tujuh kali berturut-turut mendapat hasil yang baik,” ujar Irfan seraya menambahkan hingga saat ini pasangan Aher – Demiz dianggap telah berhasil menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

“Bahwa secara pribadi kami memandang Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar adalah pasangan yang menjalankan roda pemerintahan di Jawa Barat dengan baik,” katanya.

Kinerja Pemprov

Gubernur  Jabar Aher menyebut daya saing Provinsi Jawa Barat kini menduduki posisi nomor dua nasional. Kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah Jabar meningkat dari skala tiga pada 2013 menjadi tiga setengah pada 2017.

“Kinerja pemerintahan, profesionalisme aparatur, dan perluasan partisipasi publik di Jawa Barat terus meningkat sehingga posisi Jabar kini jadi nomor dua nasional untuk indikator daya saing,” ujarnya.

Menurut Aher, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga melonjak dari Rp12,4 triliun pada 2013 menjadi Rp18,3 triliun lebih pada 2017. Pendapatan PAD ini diiringi pula dengan peningkatan APBD Provinsi Jabar. Pada 2013 APBD Jabar sebesar Rp17,38 triliun dan pada pengujung pelaksanaan RPJMD yaitu 2017, meningkat menjadi Rp 32,19 triliun.

Sedangkan  pengeluaran pembiayaan daerah pada 2013 sebesar Rp18,40 triliun dan pada 2017 meningkat secara signifikan yaitu sebesar Rp32,56 triliun lebih.

“Itu dapat dimaknai bahwa kesempatan masyarakat untuk mendapatkan hasil pembangunan terus meningkat. Ini telah kami buktikan dengan peningkatan layanan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di berbagai bidang urusan,” katanya.

Aher menambahkan, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar sebesar 5,29 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,19 persen.

Di bidang pendidikan, menurut gubernur, juga terjadi peningkatan. Pada 2013 indek pendidikan sebesar 58,08 poin, pada 2017 naik menjadi 62,19 poin. Demikian juga dengan angka harapan lama sekolah meningkat sebesar 0,95 tahun yaitu dari 11,81 pada 2013 menjadi 12,76 pada 2017.

Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK) sekolah menengah meningkat dari 72,68 persen pada tahun 2013/2014 menjadi 81,25 persen pada 2017/2018. “Itulah keberhasilan bidang pendidikan. Fokusnya adalah meningkatkan kualitas pendidikan melalui alokasi pembiayaan sebesar 20 persen dari total APBD,” ucap Aher.(B-002)***