Mendengarkan Musik di Mobil Mengganggu Konsentrasi

137

Menurut penelitian para ilmuwan di University College London (UCL). Mendengarkan musik saat mengemudi mobil ternyata bisa berdampak buruk karena dapat mengganggu konsentrasi serta memperlambat waktu reaksi, selain meningkatkan stres pada pengemudi.

Para ilmuwan meyakini bahwa otak kita disetel untuk mengharapkan apa yang kita lihat sesuai dengan apa yang kita dengar, dan jeda ketidaksesuaian dalam tautan ini memaksa otak bekerja ekstra, menghilangkan fokus dari pekerjaan yang sedang dijalankan.

Hal yang disebut speaker syndrome ini bahkan lebih berdampak pada orang-orang lanjut usia atau yang memiliki gangguan pendengaran.

Studi terbaru UCL mendukung penelitian sebelumnya di Israel yang menunjukkan bahwa musik dapat mendistraksi. Musik yang didengarkan saat menari, makan dan berolahraga belum tentu tepat didengarkan saat berkendara secara aman.

“Ini meneruskan penelitian sebelumnya menegaskan apa yang selalu kita ketahui – jenis musik yang salah dapat membuat Anda menjadi pengemudi yang buruk,” kata direktur kebijakan dan penelitian IAM RoadSmart Neil Greig.

“Potensi gangguan dari sumber suara yang berbeda dan suara musik yang cepat adalah hal yang harus diwaspadai oleh semua pengemudi baru,” tambahnya.

Memilih musik yang tepat bisa sama pentingnya dengan mengenakan sabuk pengamanan atau memeriksa kaca spion sebelum Anda menjalankan mobil.

Mendengarkan musik atau radio saat berkendara disebut polisi sebagai pelanggaran terhadap UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106 Ayat 1 yang isinya, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.”

Pada bagian penjelasan tentang pasal itu dikatakan; Yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian , tidak terganggu  karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan, sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan, mendengarkan musik saat mengemudi memang bisa mengganggu konsentrasi. Indikasi konsentrasi terganggu yakni ketika pengemudi mulai bersenandung atau mulai mengetuk-ngetukan tangan seperti pemain drum.

Saat konsentrasi terganggu, misalnya terbuai oleh musik, jelas Jusri, bisa mengubah gaya mengemudi seseorang. Masalahnya, kemampuan pengemudi untuk bereaksi atau mengambil keputusan pada kondisi itu bisa menurun. Itulah yang membahayakan.

“Undang-undang itu sebenarnya sama seperti di negara-negara lain, tetapi harus dibaca dengan seksama yang  bisa mengganggu konsentrasi. Saya khawatir persepsi waktu penjelasan tersebut. Yang saya maksudkan, mendengar musik sah-sah saja, tetapi tidak kehilangan konsentrasi,” tambah Jusri. (E-002)***