BBM Standar Euro 4 Siap Dipasarkan Mei 2018

159

Direktur Pemasaran Pertamina Muhammad Iskandar (ketiga kiri) bersama dengan Direktur Pengolahan Pertamina Toharso (kanan), Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Harya Adityawarman (kedua kanan) dan artis Maria Selena mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax Turbo secara simbolis pada acara Pertamina Commitment Exhibitions "Fueling indonesia's Digital Future" di SPBU Pertamina 31.126.01, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (20/12). Pertamina memproduksi BBM Pertamax Turbo standar International Euro 4, meluncurkan Bright Package serta sistem layanan modern berbasis digital seperti My Pertamina Loyalty Program dan kerjasama dengan Go-Jek. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/17.

Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia bakal setara dengan Euro 4 dalam waktu dekat. Sesuai dengan permintaan pemerintah Indonesia , PT Pertamina (Persero) akan memperkenalkan penggunaan bahan bakar berstandar Euro 4 yang lebih ramah lingkungan.

Rencananya BBM Euro 4 ini sudah bisa didapatkan bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018 awal Agustus 2018.

Manager External Communication PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan bahwa penggunaan BBM Euro 4 akan dilakukan bertahap.

Untuk daerah Jabodetabek, Bandung, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, hingga Bali direncanakan mulai diterapkan pada Mei 2018.

“Menjelang pelaksanaan Asian Games pada Agustus 2018 dan Pertemuan IMF pada Oktober 2018, pemerintah mensyaratkan penggunaan BBM setara Euro 4 mulai Mei 2018 di Jabodetabek, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Banyuwangi, Bali, Bandung, dan Labuan Bajo,” ujar Arya, dalam  acara Obolan Ringan Otomotif Mitos & Fakta, Seputar BBM dan Pelumas, Bogor, (26/3/2018).

Sejalan dengan hal tersebut, pihak Pertamina mengembangkan kilangnya di Balikpapan, Balongan, dan Cilacap untuk bisa memproduksi BBM kelas tinggi. Kini, di kilang tersebut mampu memproduksi Pertamina Dex, Pertamax dan Pertamax Turbo.

Dalam lima tahun sampai tujuh tahun ke depan Pertamina bertekat untuk menghasilkan BBM berstandar Euro 5.

“Ini sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) KLHK No 20 tahun 2017. Lagipula sekarang Jakarta itu udaranya sudah dibawah WHO sehingga sudah seharusnya standar emisi kita ditingkatkan,” ujar Arya

Bagaimana Nasib Premium dan Pertalite ?

Bila standar Euro 4 diterapkan, tentu ada beberapa hal yang jadi korbannya. Kemungkinan bensin Premium dan Pertalite jadi korban.

Karena, BBM tersebut tidak memenuhi standar indikator yakni oktan number (research octane number/RON) 91 dan sulfur konten 50 ppm. Lalu, apakah bensin ekonomis tersebut akan menghilang?

Arya Dwi Paramita memaparkan hal itu bisa saja terjadi. Tapi, semuanya tergantung pada keputusan Pemerintah lewat Permen LHK NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru kategori M, N, dan O.

“Euro 4 itu lebih ke standar kualitas bahan bakar di mana minimum RON 91 dan kadar sulfurnya tidak melebihi 50. Artinya, apa pun yang akan beredar nanti, namanya apa saja, standar dan kualitasnya akan naik,” katanya.

Kalau untuk sekarang, ujar Arya , nampaknya Pertamax series yang bakal didorong untuk itu. Karena memang oktannya minimal 91 dan PPM minimal 50. Yang dekat dengan ranah itu Pertamax series.

Untuk saat ini, menurut Arya ,keberadaan Premium dan Pertalite belum terancam , tergantung dari Permen dan Perpresnya yang akan memutuskannya.

“Tapi terkait dorongan untuk beralih ke oktan yang lebih tinggi sudah tercantum di Permen LHK NO.P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017,” ujar Arya. (E-002)***