Ernest Prakasa, Saya mengagumi Mira Lesmana

245

FILM”Ada Apa Dengan Cinta “ telah menjadi salah satu  film  Indonesia yang memberikan perubahan besar bagi wajah perfilman Indonesia. Tidak hanya kisah cintanya yang terasa dekat dengan remaja, tetapi juga para pemainnya. Berselang beberapa tahun dari filmpertamanya, saat sekuelnya dirilis tgl 28 April 2016, film”Ada Apa Dengan Cinta 2” berhasil meraih penonton hingga 3,6 juta dan menempatkannya sebagai film terlaris kedua pada tahun 2016.

Hal ini membuktikan bahwa para penonton film Indonesia masih mencintai Cinta,Rangga, Carmen, Maura, Milly dan Mamet. Besarnya perhatian terhadap karakter-karakter dalamfilm ”Ada Apa Dengan Cinta” membuatsang Produser,Mira Lesmana, tertarik untuk ”memperpanjang” nafas dua karakternya.

Tidak ingin setengahsetengah, Mira Lesmana bekerjasama dengan Starvision untuk memproduksi filmini. ”Tongkat” Penyutradaraan pun beralih ke tangan Ernest Prakasa, komika yang juga sutradara .

Ia mampu menghasilkan film-film yang tidak hanya bagus secara kualitas,tapi juga ditonton oleh jutaan orang.”Sejak nonton film ”Ngenest”, saya yakin betul dengan bakat penyutradaraan Ernest.

Saat ideuntuk membuat kisah Milly & Mamet, muncul film Cek Toko Sebelah yang belum tayang di bioskop. Usai nonton film Cek Toko Sebelah, saya dan Riri yakin betul Ernest akan menjadi sutradara yang paling cocok untuk menyutradarai film Milly & Mamet,” ucap Mira Lesmana.

”Saya mengagumi Mira Lesmana dan Riri Riza sebagai ”duo” yang punya kreativitas, keberanian dalamberinovasi serta kepedulian yang tulus terhadap kemajuan perfilman Indonesia. Karena AADC adalah salah satu karya paling fenomenal di sejarah layar lebar Indonesia.

Saya berharap bisa memenuhi ekspektas ipenonton yang sudah menyukai film-film saya sebelumnya. Dan memberikan kontribusi dan warna baru di
dunia AADC,” tutur Ernest ,baru-baru ini kepadawartawan di BIP Bandung.
(E-011) ***