Komponen Motor Matik yang Sering Bermasalah

154

Anda pengguna motor matik? menganggap matik sebagai motor yang tidak bermasalah? Belum tentu!

Motor matik tetaplah motor yang sejatinya juga perlu perhatian. Motor apapun, yang namanya kendaraan tetap memerlukan perhatian dari sang pemilik. Jika tidak, bisa-bisa motor  “ngadat” tak mau jalan.

Ada beberapa komponen di motor matik yang ternyata sering  rentan rusak. Anda harus jeli dan tetap perhatian pada motor kesayangan. Apa saja komponen motor matik yang rawan rusak?

  1. Drive belt

Drive belt merupakan salah satu kelemahan dari motor matik. Pasalnya, komponen ini memiliki tugas yang sangat vital di dalam tubuh matik.

Drive belt tugasnya menghubungkan mesin dengan penggerak roda, sabuk khusus ini harus selalu dicek dengan jarak kilometer tertentu.

Jika sudah putus, bukan hanya motor tak bisa jalan. Biaya perbaikannya juga minta ampun mahalnya.

  1. Ban

Ban motor matik memiliki ukuran yang relatif lebih kecil dibanding dengan motor manual. Sehingga, putaran ban lebih banyak dan resiko cepat aus semakin tinggi.

Nah, untuk itu kalian harus care pada motor kesayangan dan lakukan pengecekan ban secara rutin.

Apabila ban sudah mendekati ‘ajal’ alias mulai tipis, segera ganti dan jangan tunggu sampai rusak. Ini bisa memicu kecelakaan apabila ban pecah di tengah jalan.

  1. Kampas rem

Ada kecenderungan pengguna matik yang tetap menekan tuas rem meskipun motor sedang berjalan normal. Hal ini dianggap lebih praktis ketimbang mengurangi gas. Justru cara ini akan membuat kampas rem habis prematur.

  1. Kopling

Jangan salah, meski motor matik tapi tetap memiliki kopling. Bedanya di sini adalah koplingnya otomatis. Berbeda dengan motor besar.

Karena sistemnya berbeda, karakteristiknya juga beda, yakni berbanding lurus dengan banyaknya bagian yang berputar.

Mulai mangkuk kopling, roller, per, dan sebagainya. Kalau kalian nggak rajin meriksa secara berkala, siap-siap saja merogoh kocek dompetnya untuk beli spare part baru. (E-002/BBS)***