Iwan Kusmawan, SH., Kekuatan Solidaritas yang Tak Terbatas

304

Iwan Kusmawan, kelahiran Garut  15 Oktober 1966, anak dari pasangan H. Aim Kariman (79) dan Hj. Enung Juariach (69) ini, selain menjabat sebagai Ketua Industri All Indonesia Council, juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Nasional (DPP SPN), serta Direktur Eksekutif Jaringan Informasi dan Advokasi Masyarakat Indonesia. 

Suami dari Hj. Nurhayati. Spd. (45)  ini mengutarakan bahwa, Industri All Indonesia Council merupakan wadah koordinasi dan komunikasi bagi affiliasi Industri All Global Union yang ada di Indonesia.

Total anggota affiliasi se Indonesia berjumlah 11 federasi serikat pekerja / serikat buruh, yang terdiri dari SPN, SPMI, ISI, Farkes Reformasi, KEP, SP2KI, Cemwu, Kikes, Lomenik, FPE, dan Gartek.

Industri All Indonesia Council berdiri pada tanggal 7 Februari 2013.  Iwan aktif di Industri All sejak 2014, dan terpilih sebagai Ketua Industri All Indonesia Council pada awal tahun 2016 hingga saat ini.

“Banyak manfaat bagi anggota atau pekerja yang bergabung di Industri All Indonesia, karena makin terbukanya informasi terkait dunia global, termasuk kebijakan international menyangkut ketenagakerjaan, dan meningkatkan solidaritas sesama anggota affiliasi di seluruh dunia,” tutur Iwan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Industri All Indonesia Council,  tugas Iwan Kusmawan adalah, menjalankan Konstitusi Industri All Global Union secara langsung, dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan di Indonesia dengan affiliasi.

Dikatakan pula oleh Iwan bahwa, selama bergabung dengan organisasi ini,  ia banyak mendapat hal positif, karena kita bisa lebih banyak tahu tentang serikat pekerja dari negara lain, termasuk kebijakan ketenagakerjaan secara global.

Selain itu, semua anggota mempunyai kekuatan solidaritas yang tak terbatas, sehingga memudahkan para anggota untuk berbagi informasi. Hampir tidak ada pengalaman negatif, semua tergantung dari pihak lain memandangnya seperti apa.

“Pernah juga ada yang menanyakan, kenapa mesti beraffiliasi ke international dan sebagainya. Hal seperti ini saya anggap sebagai dinamika, dan pasti yang bertanya itu kurang memahami. Tidak ada penghargaan khusus yang diperoleh, karena semua yang dikerjakan adalah sukarela. Yang penting, apa yang dimandatkan dan ditugaskan, kita jalani sesuai mekanisme, sehingga semua bisa dilakukan dengan enjoy,” ujar Iwan tentang profesinya ini.

Ayah dari Nandita Bella Agustin (21 ) ini mengklaim bahwa, program yang digulirkan sudah sesuai dengan komitmen Global Union, antara lain pengorganisasian. Karena, untuk membangun kekuatan harus melakukan pengorganisasian, dan itu menjadi prioritas utama.

Kontribusi Industri All Indonesia Council untuk perekonomian dan sektor ketenagakerjaan adalah, bahwa setidaknya Industri All Indonesia Council telah banyak berbuat untuk kepentingan bangsa.

Mengingatkan hal-hal yang bersifat fundamental bagi buruh / pekerja di Indonesia, yakni jangan melakukan hal-hal yang bisa menjadi persoalan dikemudian hari, apalagi kalau sampai menghilangkan kesejahteraan pekerja / buruh, karena dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian.

Menurut Iwan,  pemerintah harus banyak melihat secara objektif, tidak boleh ada kesenjangan antara si kaya dan si miskin, dan jangan lagi menambah pengangguran.

Untuk sektor ketenagakerjaan saat ini, Industri All Indonesia Council mencoba untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga, agar supaya bisa membangun ketenagakerjaan yang dapat mensejahterakan buruh di Indonesia.

Dikemukakan pula oleh Iwan bahwa,  kondisi sektor ketenagakerjaan saat ini cukup baik dan realistis dari sisi bisnis, akan tetapi dari sisi kesejahteraan masih belum memenuhi harapan pekerja / buruh.

Indikatornya adalah, masih adanya pengusaha yang melanggar dan tidak menjalankan norma kerja, sehingga cenderung melakukan pelanggaran berkepanjangan.

Kondisi perekonomian secara umum belum bisa memenuhi harapan masyarakat, bahkan, kenaikan harga sembako malah berdampak pada turunnya daya beli.

“Di samping itu juga, masih terjadi ketimpangan pendapatan, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin,” tuturnya.

Menjawab pertanyaan, apa saja yang harus dibenahi oleh pemerintah Indonesia dalam kaitan sektor ekonomi dan ketenagakerjaan?, Iwan mengatakan bahwa, perbaikan sektor ekonomi harus menjadi prioritas, dengan cara menurunkan harga sembako dan penunjangnya, yakni sektor ketenagakerjaan. Harus ada keseriusan dari semua pihak, terutama pemerintah dan pengusaha.

Pemerintah harus lebih hati-hati ketika mengambil kebijakan, jangan sampai menabrak undang-undang yang sudah ada, dan pengusaha juga harus taat terhadap azas pelaksanaan norma kerja, sehingga tidak terjadi perselisihan yang berkepanjangan. Dengan kata lain bahwa, hubungan industrialnya menjadi tidak berjalan.

Untuk mewujudkannya, tergantung kepada empati setiap pemimpin, apa yang dirasakan masyarakat harus juga dirasakan oleh pemimpinnya, sehingga tidak terkesan bahwa pemerintah cenderung mengabaikan dan tidak peduli.

Ketua Industri All Indonesia Council ini selain sebagai organisatoris, ia juga berniat untuk menjadi Anggota DPD RI dari Jabar. Bagi Iwan Kusmawan, terjun ke kancah politik, dapat membawa aspirasi daerah / wilayah secara langsung, untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.     (E-018)***