Ciletuh Jari Jaringan Geopark Dunia

198

BISNIS BANDUNG- Boleh jadi kejutan positif  bagi dunia pariwisata Jawa Barat, setelah

Geopark Ciletuh- Palabuhanratu, Sukabumi  secara resmi ditetapkan menjadi bagian dari jaringan geopark dunia atau Unesco Global Geopark (UGG).

Kabar yang melegakan itu  disampaikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan  di acara Geopark Ciletuh-Palabuhanratu Fun Day Towards Unesco Global Geopark di Pantai Palangpang, Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/4).

Aher, panggilan akrabnya  mengaku mendapatkan kabar itu  dari Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi, Budiman, selaku perwakilan Jawa Barat di sidang tersebut.

 “Dua hari lalu kita dapat kabar dari Sidang Unesco di Paris, Perancis. Unesco sudah bersepakat menetapkan beberapa geopark di dunia,” katanya seraya menambahkan

dua di antaranya dari Indonesia yakni Geopark Ciletuh-Palabuhanratu dan Rinjani di NTB.

Biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional. “Namun baru tiga tahun lalu kita (Geopark Ciletuh-Palabuhanratu) ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Pemerintah Pusat dan langsung kita ajukan ke Unesco sebagai UGG. Dan ternyata, alhamdulillah diterima,” tuturnya.

Penyerahan sertifikat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sebagai UGG  direncanakan akan dilakukan pada September 2018. “Keputusannya sudah ada, sertifikatnya akan diberikan secara bersama-sama di Portugal,” tutur Aher.

Destinasi wisata

Proses penetapan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu menjadi jaringan geopark global Unesco (UGG) terbilang cepat dan biasanya proses yang ditempuh sepuluh tahun setelah penetapan geopark nasional.

Hal ini  tentunya sejalan dengan komitmen  untuk terus mengembangkan destinasi wisata di bumi Parahyangan.

Untuk infrastruktur jalan penghubung Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Pemprov Jawa Barat sudah menggelontorkan anggaran Rp96 Miliar pada 2016 untuk ruas jalan dari pintu masuk Waluran ke geopark dan pada 2017 dibangun juga ruas jalan dari pintu masuk Loji ke geopark yang menelan anggaran Rp217 miliar.

“Tahun ini kita membuat kawasan jalan dari arah pintu masuk Paltiga sebesar Rp90 Miliar. Termasuk pembangunan bandara di Sukabumi, karena salah satu syarat geopark internasional itu harus ada bandara dekat geopark dengan jarak tempuh maksimal tiga jam perjalanan,” ujar Aher.

Penataan kawasan geopark, kata Aher perlu ada landasan hukumnya. Untuk itu, Aher meminta Pemkab Sukabumi membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Penataan yang ideal itu harus ditata secara hukum. Oleh karena itu, saya minta Pak Bupati untuk segera Kabupatem Sukabumi menetapkan RDTR sebagai penjabaran lebih lanjut dari Perda Rencana Umum Tata Ruang Wilayah,” ujarnya.

Untuk menata dan mengembangkan kawasa geopark ini, Aher berharap pemerintah pusat bisa memberikan anggaran Rp1 triliun dan berinvestasi uang sebesar itu lewat anggaran negara tidak terlalu besar.(B-002)***