Tahun 2025, Dunia Milik Milenial

178

SUATU  sore  berbincang dengan anak sulung saya tentang generasi milenial. Sebagai seorang ibu, saya  merasa tercerahkan.  Menurut  dia,  Generasi Y  atau yang biasa disebut milenial  adalah kelompok usia produktif yang lahir antara periode 1980 hingga 2000  bakal memberikan warna pada zamannya.

Di dunia profesional sendiri, milenial terus mengalami peningkatan jumlah yang signifikan, terutama di ranah perusahaan rintisan atau startup. Diperkirakan pada tahun 2025, tiga perempat dari seluruh profesi yang ada di dunia akan diisi oleh mereka yang berasal dari generasi milenial.

Sebagai generasi yang besar dengan teknologi, milenial paham betul bahwa teknologi dapat membantu mereka untuk meningkatkan kualitas kerja.  Dengan teknologi, setiap pekerja dapat saling terhubung tanpa terbatas ruang dan waktu.  Ini berkat pemanfaatan teknologi mobile yang  berkembang pesat.

Milenial tahu betul   akan menghabiskan cukup banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Karena itu, mereka akan berusaha untuk membangun sebuah suasana kerja yang menyenangkan.

Jangan heran jika  melihat seorang milenial yang tiba-tiba tidur di tengah jam kerja, atau bermain video game seusai melakukan sprint dengan tim mereka. Hal ini semata-mata mereka lakukan agar produktivitas mereka tetap terjaga.

Bagi generasi milenial, pengembangan diri adalah salah satu hal utama yang mereka kejar di dalam sebuah organisasi.

Kini semakin banyak pekerja milenial yang memilih untuk bekerja sambil kuliah atau menjalankan berbagai pelatihan dari perusahaan ketimbang hanya menghabiskan waktu mereka di kampus untuk belajar.

Para milenial menginginkan sebuah tempat kerja yang transparan, di mana setiap hal yang terjadi di perusahaan harus mereka ketahui, termasuk juga ketika perusahaan sedang memutuskan sesuatu.

Transparansi adalah salah satu hal yang dicari oleh pada milenial dari diri pemimpin mereka,  jadi tidak heran apabila transparansi adalah hal terdepan yang mereka lakukan ketika para milenial ini menjadi seorang pemimpin.

Jadi idealnya, seorang pemimpin di sebuah perusahaan harus berfungsi layaknya seorang pelatih atau mentor, bukannya menjadi seseorang yang hanya menyuruh tanpa memberikan arahan tentang cara penyelesaiannya.

Susilawati Jl.Cikawo Bandung