Semangat Belajar Nenek 85 Tahun Ikuti USBN Paket A

88

Sejumlah, warga lanjut usia, mengikuti ujian sekolah berstandar nasional paket a atau setara sekolah dasar, di pkbm cipta mandiri, cipageran, kota cimahi.

Salah satu pesertanya, yaitu ma ucih, seorang nenek berusia 85 tahun, yang masih semangat mengikuti ujian sekolah berstandar nasional paket a tahun pelajaran 2017-2018.

Berkaca dari pepatah,  tuntutlah ilmu selama hayat masih di kandung badan, hal inilah yang dilakukan mak ucih, wanita berusia delapan puluh lima tahun asal cimenteng, kota cimahi.

Kondisi ringkih tidak mematahkan semangat untuk mengikuti ujian sekolah berstandar nasional, atau usbn paket a yang setara sekolah dasar, di pkbm cipta mandiri, cipageran, kota cimahi, beberapa hari lalu.

Selain ma ucih, sejumlah peserta ujian lainnya pun tergolong lanjut usia atau lansia. Mereka yang merupakan peserta program keaksaraan fungsional kota cimahi, dengan semangat mengikuti usbn paket a tahun pelajaran 2017-2018.

Bersama peserta lainnya, mak ucih mengikuti dan mengerjakan semua soal ujian pada lembar jawaban yang disediakan dengan percaya diri.

Soal ujian dibacakan pengawas. Mereka tinggal menentukan jawaban dan mengisi lembar jawaban. Selain soal pilihan ganda, juga terdapat esai.

Jika nilai sudah memenuhi standar, para lansia yang mengikuti paket a yang setara dengan pendidikan formal sekolah dasar selama lima hari ini, berhak mendapatkan sertifikat sekolah dasar yang sama dengan standar formal sd.

Selain itu, para peserta yang ikut dalam pkbm bina mandiri, umumnya buta huruf dan aksara.

Bagi mak ucih, belajar dan ikut ujian usbn paket a merupakan keinginan sendiri, dan tanpa paksaan. Mak ucih hanya ingin merasakan ujian.

Dirinya mengaku, seumur hidup baru kali ini bisa melaksanakan ujian. Mak ucih menyadari, dengan umur yang sudah mencapai 85 tahun, tidak mungkin bagi dirinya untuk bekerja.

Satu-satunya harapan mak ucih, selain bisa ikut ujian, juga bisa melaksanakan umroh di sisa hidupnya.,

Algi Muhammad Gifari, BandungTV.