Tips Menggunakan Engine Brake

208

Penggunaan rem mesin atau biasa disebut Engine Brake ternyata punya banyak manfaatnya. Apalagi saat melewati jalanan dengan kontur menurun, sehingga membutuhkan engine brake untuk mengurangi kecepatan.

Engine brake akan mengurangi kecepatan sehingga kinerja rem tidak terlalu berat. Selain itu engine brake berhubungan dengan transmisi, oleh karena itu efek engine brake akan lebih terasa di jalan menurun.

Namun penggunaan engine brake harus didasarkan pada cara yang benar, agar mesin mobil tidak ikut “rontok”. Engine brake untuk mobil bertransmisi manual dan otomatis tentu berbeda. Oleh karena itu mari kita ulas tips menggunakan engine brake berikut.

  1. Mobil Transmisi Manual

Pada mobil manual, engine brake dilakukan dengan cara menurunkan tuas transmisi ke posisi lebih rendah. Turunkan posisi gigi secara bertahap, karena jika Anda menurunkan gigi secara melompat dapat menyebabkan kerusakan mesin dan transmisi.

Perlu dicatat, gunakan rem terlebih dahulu untuk mengurangi kecepatan dan putaran mesin, setelah itu baru menurunkan gigi bertahap.

  1. Mobil Transmisi Otomatis

Secara teori cara kerjanya hampir sama dengan mobil manual. Pengemudi bisa memanfaatkan down shift ketika hendak melakukan engine brake.

Pada posisi D, transmisi bisa dipindahkan menuju 3, 2, atau L. Perhatikan juga kecepatan dan putaran mesin (rpm) ketika melakukan down shift.

Jangan pernah putaran mesin menyentuh red line. Jika putaran mesin terlalu tinggi, mobil pun terasa mengentak, sehingga tidak nyaman hal tersebut juga berakibat rusaknya mesin dan transmisi mobil anda

(E-002)***