Penghargaan buat Jabar Kado Perpisahan buat Aher

109

RABU kemarin, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan datang ke Kementerian Dalam Negeri. Gubernur dan rombongan menjemput piala Parasamya Purnakarya Nugraha yang diberikan pemerintah pusat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Penghargaan tertinggi itu menjadi dambaan semua pemerintahan tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Parasamya merupakan puncak dari sejumlah penghargaan atas prestasi pemerintah provinsi dalam pembangunan di daerahnya.

Selama ini Jabar telah menerima 161 penghargaan dari pemerintah pusat. Jabar, dalam masalah keuangan,  juga mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) enam kali berturut-turut.

Parasamya yang diperoleh Jabar merupakan kebanggaan warga Jabar sekali gus menjadi kado buat Ahmad Heryawan yang hanya beberapa hari lagi akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat. Harus kita akui, masa pemerintahan Aher/Demiz, terjadi banyak perubahan di Jawa Barat.

Cukup banyak infrastruktur yang terbangun yang diinisiasi Pemprov meskipun pemerintah pusat punya perhatian khusus juga. Penataan birokrasi dan peningkatan pertumbuhan ekonomi, memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Kado istimewa buat Aher juga akan diberikan Presiden Joko Widodo yang akan meresmikan digunakannya Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertrajati di Majalengka. Teruwujudnya BIJB diawali dengan ”perjuangan” dengan cucuran keringat yang kadang-kadang diwarnai dengan tensi tinggi para pemangku kepentingan.

Tantangan pembangunan BIJB luar biasa besarnya. Bukan hanya datang dari jajaran pemerintah pusat, silang pendapat dengan masing-masing kepentingan, berlangsung secara internal di pemerintahan dan masyarakat Jabar. Selain pembangunan bandara internasional, beberapa bandara kecil juga terus dibenahi, misalnya di Tasikmalaya dan Purwakarta.

Pembangunan lain yang didorong Aher tetapi tidak dapat ikut meresmikan pembukaannya, ialah Pelabuhan Laut Patimban.Pelabuhan Internasional Patimban diharapkan dapat mengurangi beban Pelabuhan Tanjungpriuk.

Perdagangan ekspor/impor, dan antar-pulau dapat mendorong mobilitas barang dan angkutan penumpang, langsung dari Jabar bahkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat Jateng bagian barat.

Cukup banyak hasil pembangunan Jabar pada masa pemerintahan Aher. Namun ada beberapa rencana pembangunan yang belum sepenuhnya berhasil Angka kemiskinan yang sejak awal pemerintahan Ahrer dicanangkan akan terus ditekan, kini masih berada pada kisaran 7,8%. Angka pengangguran baru turun sampai titik 8,9%. Ada beberapa BUMD yang tidak berkembang yang sebaiknya dilikuidasi.

Kawasan Puncak di Bogor dan Cianjur masih bermasalah. Akibat pembangunan yang tidak terencana dengan baik, kawasan Puncak sering dilanda longsor. Masalah yang paling urgen yang belum terpecahkan pada era Aher ialah masalah Kawasan Bandung Utara.

Undang-undang, peraturanm provinsi, kota dan kabupaten, tidak mempan melawan semangat membangun kaum berduit. Pembangunan  di perbukitan yang curam terus berjalan, hutan habis, lahan terbuka hijau tergerus.

Mudah-mudahan saja, persoalan-persoalan krusial itu segera dapat diatasi oleh Gubernur/Wakil Gubernur Jabar terpilih nanti.

Wulijeng Pa Aher. Ulah hilap ka Jawa Barat sanaos parantos nyepeng pancen nu langkung luhur batan kalungguhan  gubernur. ***