Serbuan Tenaga Kerja Asing

124

ISU maraknya serbuan tenaga kerja asing (TKA) menjadi pembicaraan  warung kopi yang membawa kekwatiran bagi tenaga kerja lokal  tanah air. Kehadirannya dianggap sebagai ancaman bagi tenaga  lokal,  khususnya pengangguran.

Serbuan TKA dapat menjadi duri dan boomerang dalam industri ketenagakerjaan di tanah air karena dapat mengurangi kesempatan tenaga kerja lokal dan menambah jumlah pengangguran. Isu TKA menjadi menarik sekaligus sensitif karena berbagai informasi yang tersebar  diduga masuk secara illegal.

Saya sependapat bahwa  TKA  dibutuhkan guna  memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dan profesional dibidang tertentu yang belum dapat diisi oleh pekerja lokal sehingga bisa terjadi proses transfer of expertise atau transfer keahlian. Namun justru  sebaliknya yang datang adalah para kuli kasar dari negara tertentu.

Dalam rangka mencegah tindakan pelanggaran dalam TKA, saya menyarankan  pentingnya pengawasan dan kontrol dari semua pihak yang terkait seperti kemnaker, kepolisian dan keimigrasian serta pemerintah daerah yang paling dekat dengan aktivitas setiap daerah. Tindak tegas  TKA illegal  termasuk perusahaan yang mempekerjakannya.

Di tengah trend integrasi ekonomi dan kawasan, pemerintah seharusnya memberi perlindungan terhadap kepentingan tenaga kerja lokal dari gempuran tenaga kerja asing, bukan malah sebaliknya.

Ada relaksasi aturan tenaga kerja asing.  Katakan, Perpres No. 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing tak berpihak pada kepentingan tenaga kerja lokal.

Kebijakan  tersebut  dinilai salah arah yang semestinya  menciptakan lapangan kerja bagi anak bangsa, malah memanjakan asing.

Ingat,  tanpa ada pelonggaran aturan sekalipun sebenarnya arus tenaga kerja asing sudah merupakan sebuah keniscayaan. Pada situasi itu yang kita butuhkan,bagaimana melindungi tenaga kerja kita sendiri.

Selama ini kita sangat  terbuka pasar domestik bagi produk-produk luar. Pasar tenaga kerja dibuka untuk orang asing tanpa ada perlindungan berarti.  Coba bandingkan  dengan negara ASEAN lainnya  saat ini mereka umumnya  paling tidak protektif terhadap kepentingan  nasional kita.

Terima kasih  pada redaksi  atas dimuatnya unek-unek saya ini.

Ahmad Subarja, Cibiru  Bandung