Jangan Takut Aksi Teror

104

AKSI teror  yang menelan korban jiwa dan luka-luka tentunya  menganggu kedamaian masyarakat. Ledakan bom  itu membuat banyak  pihak  berduka  serta mengutuk keras.

Seluruh elemen bangsa diimbau  turut   kerjasama melawan aksi teror. Sebab, aksi tidak terpuji tersebut mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Ayo kita semua untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan.  Masyarakat  pun diminta tidak takut, melainkan harus bersatu melawan aksi teror.

Satu hal  yang  penting  peristiwa  aksi teror  jangan melulu diasumsikan dengan perkara agama.  Banyak  faktor yang  memicu tindakan teror.

Aksi teror ini bukan berarti didasari karena agama, boleh jadi juga ada faktor ekonomi. Kurangnya ilmu dan pemahaman yang benar dari pelakunya. Atau ada oknum yang ingin membuat masyarakat tidak tenang.

Artinya akibat peristiwa ini tentu mengganggu pemerintah dalam bekerja dan terus membenahi kondisi bangsa. Pelaku peledakan  bom   ini merupakan tindakan pengecut.

Mereka mesin pembunuh, penyebar pemicu kebencian dan mencoba merusak persatuan bangsa. Oleh sebab itu,  polisi harus bergerak  secara terarah dan bekerja optimal untuk mengungkap siapa aktor intelektual bom  tersebut.

Kelompok ini  sangat berbahaya, terstruktur sistematis serta masif yang digerakkan dengan sengaja oleh pelaku aktor utama. Jika para pengeksekusi di lapangan ini adalah pelaku pembantu pasti ada pelaku utamanya.

Pelaku pembantu ini korban cuci otak yang didoktrin  pelaku utama.  Mereka ini orang-orang yang gagal dalam beradaptasi dimanfaatkan oleh si aktor intelektual.

Maka, pelaku brutal yang menjadikan tempat ibadah atau simbol agama sebagai sasaran merusak persatuan bangsa harus segera ditumpas.  Ini  sangat menciderai nilai kemanusiaan dan harus dilawan sampai tuntas.

Ini bentuk teror yang tujuannya untuk menakuti, menteror dan penghianatan kepada bangsa yang mengatasnamakan kepentingan sesaat atau atas nama apapun. Karenanya  masyarakat harus terus bersatu dan menjaga persatuan, kuncinya agar kita sesama anak bangsa tidak terprovokasi.

Saya haturkan terima kasih atas dimuatnya aspirasi ini.

Ayuningsih, Terusan Bubat  Bandung