Diprediksi Meningkat 5 % Kendaraan Melintas Jabar pada Mudik Lebaran 2018

73

BISNIS BANDUNG- Arus kendaraan pada mudik lebaran tahun 2018  diprediksi  oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat  bakal mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahu  lalu.

Oleh sebab itu, semua persiapan untuk layanan keamanan dan keselamatan pengendara diklaim sudah dilakukan.

Kepada wartawan, pekan ini Kepala Dishub Jabar Dedi Taufik menyatakan kenaikan arus lalu lintas ke Jawa Barat di jalur darat bisa mencapai 5 persen yang mencapai 2.462.840 kendaraan.

Selain itu, peningkatan pun terjadi di jalur laut sebesar 1,67 persen, jalur udara naik 7,6 persen dan kereta api 7,8 persen.

“Kami prediksi akan meningkat, dominasinya masih kendaraan roda dua. Kalau penumpang (diprediksi) totalnya diperkirakan mencapai 13,2 juta jiwa,” katanya.

Untuk mengantisipasi kepadatan arus, terutama di jalur darat,  Dishub Jabar akan fokus pada fasilitas lalu lintas jalan Jabar sebagai lintasan dan tujuan dengan tiga jalur utama, yakni, jalur utara, tengah dan selatan.

“Tentu kami komitmen mengedepankan keselamatan, kenyamanan dan layanan,” ucapnya.

Di jalur darat, Dedi menyebut sudah menyiapkan armada berupa bus sebanyak 4.675 unit, baik bus antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Dari jumlah itu, total seat (kursi) bisa mengangkut sebanyak 205.744 penumpang. Ia memastikan semua kelengkapan keselamatan bus sudah dan sedang diproses secara berkala hingga H-10 Idul Fitri.

Adapun untuk angkutan kereta api, Dishub Jabar menyebut sudah ada 92 kereta dengan keberangkatan dari kota Bandung, Kiara Condong dan Cirebon. Jumlah itu sudah dikonfirmasi berdasarkan rapat koordinasi yang dilakukan bersama pihak Daerah Operasi (Daop) Kereta Api Indonesia (KAI) di wilayah bersangkutan.

Untuk angkutan sungai danau dan penyebrangan, sudah disiapkan 1.352 kapal di bawah 7 gross tone (GT). Angkutan udara ada 98 pesawat.

“Angkutan udara nantinya melayani penerbangan domestik sebanyak 78 unit, unutuk penerbangan internasional sebanyak 20 unit,” ucapnya.

Sementara itu  Kepala Badan Litbang Kementrian Perhubungan, Sugihardjo  menyebutkan cuti bersama dan libur Lebaran 2018  yang telah ditetapkan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 11-20 Juni— karena adanya penambahan masa libur— maka puncak arus mudik bergeser dari H-3 ke H-6 atau pada Sabtu, 9 Juni.

Puncak arus mudik ini disebabkan bertambahnya masa cuti bersama sehingga masyarakat pulang kampung lebih dini. “Puncak arus mudik H-7 dan H-6. Tadinya prediksi puncak tanggal 13 Juni, tapi karena cutinya diperpanjang, jadi geser,” katanya.

 Untuk arus balik, Sugihardjo mengatakan akan terjadi pada H+3 dan H+4 Lebaran. Sebab, pegawai swasta mulai masuk kerja pada 20 Juni dan PNS pada 21 Juni.

Dari hasil survei yang dilakukan, seperti dilansir Antara, diketahui jumlah pemudik terbanyak berasal dari wilayah Jabodetabek, dengan tujuan tertinggi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Sebanyak 46,7 persen pemudik lebih memilih untuk mudik menggunakan mobil pribadi dengan alasan lebih fleksibel, nyaman, serta cepat.

Dia menambahkan pemilihan angkutan pribadi terutama sepeda motor untuk mudik karena masyarakat tidak mempunyai pilihan akibat kurangnya sarana angkutan umum di kampung halaman. Untuk angkutan Lebaran 2018, pemerintah meningkatkan sarana transportasi untuk mudik dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk transportasi darat, bus mengalami peningkatan sebanyak 1,68 persen, sedangkan kereta api mengalami peningkatan sebanyak 2,3 7 persen.

Untuk kesiapan transportasi laut presentasinya pun meningkat, kapal roro meningkat sebanyak 3,5 persen, dan kapal laut sebanyak 1,17 persen. Dari sektor penerbangan, peningkatan yang dihasilkan sebanyak 0,93 persen.(B-002)***

a