Berguru Kode Etik Dewan

52

BISNIS BANDUNG–  Guna  mengetahui penerapan kode etik  dewan yang  akhir-akhir banyak mendapat sorotan publik,  Rabu  pekan ini Badan Kehormatan  DPRD Kabupaten Lampung Timur  melakukan studi banding ke DPRD Jabar.

Menurut  Ketua Badan Kehormatan  DPRD Lampung, Akmal Fathoni  pihaknya ingin mengetahui  sejauh mana penerapan kode etik  DPRD Jabar sejak diberlakukan.  “Kami ingin
belajar dan  berguru ke DPRD Jabar sekaligus  meminta masukan dan pengalaman,” katanya merendah.

Meski tidak bertemu langsung  anggota DPRD Jabar  karena sedang  melaksanakan  tugas Pansus, pihaknya  bersyukur  bisa diterima bagian persidangan didampingi kasubag aspirasi Setwan, sehingga sudah  memperoleh  shop copy kode Etik dan Tata Tertib (tatib) DPRD Jabar.

Selain itu mencari informasi dan meminta shop copy kode etik dan tatib, kunjungannya ini merupakan  kunjungan balasan, karena beberapa waktu lalu DPRD Jabar  mengunjungi DPRD Lampung Timur.

Ia mengatakan,  pihaknya ingin studi banding terkait dengan penegakan kode etik di DPRD, kalau bahasa masyarakat BK ini kan provoostnya Dewanlah.  Pihaknya  ingin tahu bagaimana penegakkan aturan di internal DPRD  Jawa Barat.

“Ya, kami  ingin copy paste kalau bisa untuk diterapkan di DPRD Lampung Timur,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini anggota DPRD Lampung Timur,  belum ada yang berperkara serius. O(leh sebab itulah  melakukan  upaya  antisipasi  sebagai langkah  preventif  kepada anggota dewan.

Ketika Pilkada serentak 2018, pihaknya  memberi “warning”   kepada anggota yang akan kampanye untuk cuti dulu,  karena  tidak ingin menyidang anggota sendiri, tetapi lebih bagaimana melakukan tindak preventif jangan sampai ada pengaduan dari luar.

Sementara itu,  Kasubag aspirasi DPRD Jabar, Hermansyah berterima kasih atas kunjungan BK DPRD Lampung Timur, meski disayangkan  tidak bisa bertemu  langsung  dengan anggota DPRD Jabar yang tengah menjalankan tugas  Pansus dan tugas luar kedewanan.(B-002)***