TNI Berhasil Gagalkan Pengedaran Miras Oplosan

74

Pengedaran ribuan liter minuman keras  jenis tuak di kabupaten Bandung, digagalkan sejumlah anggota TNI, Selasa malam. Aparat mencurigai keberadaan mobil box yang melintas dari arah Cianjur di kawasan Rancabali, kabupaten Bandung, karena saat diberhentikan tercium aroma menyengat miras.

Sembilan anggota TNI dari komando resimen atau korem nol 62 Tarumanagara Garut, berhasil menggagalkan peredaran ribuan miras jenis tuak, di kawasan Rancabali, kabupaten Bandung. Karena tempat kejadian perkara atau tkp, berada di kabupaten Bandung, seluruh barang bukti diserahkan ke kodim nol enam nol sembilan  yang membawahi 2 wilayah, yaitu kabupaten Bandung dan Cimahi.

Dari hasil penyelidikan, miras tersebut awalnya dibawa dari sukabumi dan akan diedarkan di kabupaten Bandung. Namun, selasa malam, kendaraan yang dikemudikan Sugandi, dihentikan 9 anggota intel korem Tarumanegara, yang sedang bertugas di wilayah Rancabali, kabupaten Bandung.

Mobil box yang berisikan 3 penumpang termasuk sopir dan dua kernet, terpaksa dihentikan, karena tercium aroma menyengat miras saat melintas. Miras jenis tuak itu dikemas menggunakan jerigen berukuran masing-masing 30 liter dan dipesan setiap bulan oleh pelanggan berinisial SM, warga Gading Tutuka, Soreang.

Sang sopir masih diperiksa intensif, karena mengaku hanya disuruh mengantar miras ke pelanggan yang dituju. Namun, seluruh barang bukti miras dan sopir diserahkan ke aparat Polres Bandung dan Satpol PP kabupaten Bandung, untuk diproses.

Kabupaten Bandung memang menjadi tujuan utama pengiriman miras dari berbagai daerah. Selain itu, kabupaten Bandung merupakan wilayah terawan peredaran miras di Jawa Barat. Bahkan, beberapa waktu lalu, puluhan korban jiwa melayang akibat miras oplosan di wilayah Cicalengka, kabupaten Bandung.

algi muhammad gifari, bandung tv.