Pusat Ekonomi Jabar Mendekati Garis Pantai

101

JAWA BARAT merupakan kawasan yang sangat potensial untuk menumbuhkan kawasan ekonomi baru. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Karya Sumadi di Bandung. Menteri yakin, Jabar akan lebih maju dan mayarakatnya akan sejahtera setelah dibukanya akses ke titik-titik pengembangan ekonomi.

Karya Sumadi memprediksi, Jabar tidak lama lagi akan memiliki dua titik pertutumbuhan ekonomi yakni Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka utara. Infrastruktur menuju BIJB itu sedang dipersiapkan. Jalan tol Cisumdawu akan menghubungkan Bandung-BIJB sedangkan Jakarta-BIJB pada dasarnya sudah terhubung dengan dibuatnya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali). BIJB yang sudah diresmikan pengoperasiannya Mei lalu, diharapkan akan segera rampung 100 persen, termasuk panjang  landas pacu yang tengah ditingkatkan dari 2.500 ke 3.000 meter.

Menteri Pehubungan juga menunjuk Sukabumi sebagai titik pertumbuhan ekonomi baru di Jabar. Seusai menghadiri Dialog Nasional Seri-16 di Pusdai, Bandung, Menhub menyatakan titik pertumbuhan di Jabar selatan itu akan memacu pertumbuhan ekonomi Jabar. Pertumbuhan di selatan itu terpacu dengan diakuinya Ciletuh, Palabuhan Ratu sebagai geopark dunia oleh UNESCO.

Daerah selatan akan tumbuh sebagai destinasi wisata. Selain Ciletuh, pantai selatan Sukabumi memiliki pantai Palabuhan Ratu yang terkoneksi dengan kawasan wisata lainnya seperti Banten, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, sampai ke Pangandaran. Pengembangan daerah selatan itu didorong dengan pembangunan jalan tol Ciawi-Bogor-Sukabumi, pembuatan jalan kereta api rel ganda, dan peningkatan jalan lintas selatan. Agar jarak tempuh Jakarta-Sukabumi lebih singkat lagi, menurut Menhub, pemerintah mulai membangun bandara di Cikembar sehingga akses ke pantai selatan semakin mudah.

Pembangunan dua titik baru pertumbuhan ekonomi Jabar itu tampaknya mulai bergeser mendekati garis pantai. BIJB terletak di utara mendekati garis pantai utara. BIJB bukan hanya berimbas pada peningkatan ekonomi Majalengka dan Sumedang saja tetapi juga Indramayu dan Cirebon. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, BIJB akan dilengkapi dengan titik pertumbuhan lainnya yakni Pelabuhan Internasional Patimban di Kabupaten Subang. Dampak ekonominya akan mengimbas daerah lain, terutama Karawang.

Pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi Jabar ke arah pantai utara dan selatan, merupakan  jawaban atas semakin jenuhnya partumbuhan industri di jalur tengah. Daerah Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Cimahi, dan Bandung selama ini menjadi titik pertumbuhan ekonomi utama di Jabar. Sepanjang DAS Citarum dari hulu ke muara tumbuh pesat menjadi kawasan industri.Dampaknya, selain menjadi sumber pendapatan bagi provinsi Jabar dan negara (pusat), pertumbuhan industri di kawasan itu menjadi sumber pencemaran bagi lingkungan hidup, terutama aliran Sungai Citarum dan anak-anaknya.

Warga Jabar berharap, pertumbuhan ekonomi di utara dan selatan itu akan menjadi penyeimbang pesatnya industrialisasi di jalur tengah. Utara dan selatan Jabar tidak tumbuh menjadi kawasan industri tetapi pertumbuhan ekonomi berbasis jasa transportasi dan pariwisata. ***