Kuliner Khas Kendari dan Konawe Sinonggi Sajian yang Memiliki Citarasa Mantap

84

BERKUNJUNG ke Kota Kendari, rasanya kurang lengkap bila tidak mencicipi makanan khas etnis Tolaki, namanya Sinonggi yang menjadi makanan sehari-hari suku Tolaki yang sebagian besar mendiami wilayah Kabupaten Kendari dan Konawe. Makanan yang terbuat dari sagu ini, rasanya mantab bila dihidangkan dengan ikan dan sayur.Kata Sinonggi diambil dari bahasa suku Tolaki yakni Posonggi, sebuah alat yang menyerupai sumpit  terbuat dari bambu dengan panjang sekitar 20 cm.

Alat ini digunakan untuk menyantap Sinonggi dengan cara menggulung tepung sagu yang sudah matang. Seiring perkembangan zaman, sumpit tidak lagi digunakan untuk menyantap makanan ini, melainkan menggunakan tangan langsung atau memakai sendok.

Sinonggi disajikan dengan cara,  sagu yang sudah dimasak ditempatkan secara terpisah. Sagu dibuat bulat dan saat akan disantap  disiram dengan kuah sayur ditambah dengan kuah ikan putih atau ikan kerapu.  Sayuran pada Sinonggi antara lain sayur bayam, kangkung, kacang panjang, dan terong kecil. Rasanya enak dan cukup segar disantap untuk makan pagi maupun siang.

Di Kota Kendari sendiri, sudah ada puluhan warung makan yang menyajikan makanan khas Tolaki ini. Hingga saat ini, Sinonggi telah merambah ke hotel-hotel sebagai menu istimewa dan menjadi salah satu menu dalam perjamuan tamu.

Sinonggi termasuk makanan yang sehat dan menyegarkan. Sagu sebagai bahan baku utama dikenal memiliki kandungan karbohidrat sekitar 85,6%, serat 5% dan untuk 100 gr  sagu kering setara dengan 355 kalori. Karbohidrat juga mengandung polimer alami, yaitu semacam zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia seperti untuk memperlambat peningkatan kadar glukosa dalam darah sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Serat pada sagu juga mengandung zat yang berfungsi sebagai probiotik, meningkatkan kekebalan tubuh, serta mengurangi resiko terkena kanker usus dan paru-paru. Serat sagu juga bermanfaat untuk mengurangi kegemukan. Sinonggi bagus bagi orang yang sedang melakukan diet.

Sinonggi memiliki kemiripan dengan makanan khas Maluku, Papeda dan makanan khas Luwu Sulawesi Selatan, Kapurung. Sama-sama berbahan dasar sagu. Namun, Sinonggi berbeda dalam cara penyajiannya. Pada Sinonggi, tepung sagu yang sudah dimasak tidak langsung dicampurkan dengan sayur, lauk, kuah ikan, sambal, atau bumbu lainnya. Pencampurannya baru dilakukan saat akan dimakan. Tergantung selera masing-masing penyantapnya. (E-001) ***