Imbas Penutupan Paksa Lubang Limbah, Pengelolaan Limbah Terendam

72

Pasca penutupan saluran limbah milik dua puluh empat pabrik di aliran sungai cisuminta, dayeuh kolot, kabupaten bandung, oleh tim satgas citarum harum sektor tujuh. kantor pengelolaan ipal komunal pt.m-c-a-b,terendam air setinggi sepuluh sentimeter. meski bisa berdampak pada pemukiman warga, namun pemerintah kelurahan pasawahan meyakinkan warga bahwa air limbah tersebut takkan merendam pemukiman warga.

Pasca penutupan secara paksa saluran limbah di aliran sungai cisuminta,oleh tim satgas citarum harum sektor tujuh, di kawasan cisirung, dayeuh kolot, kabupaten bandung,kantor pengelolaan intaslasi pengolahan air limbah, atau ipal komunal yang digunakan oleh dua puluh empat pabrik di kawasan tersebut, terendam air limbah,setinggi sepuluh sentimeter, sejak senin petang kemarin.

Menurut kepala staf pt.m-c-a-b nur setiawan, sejak penutupan secara paksa saluran limbah pada senin siang kemarin,kantor tempatnya bekerja terendam banjir air limbah berwarna hitam dan berbau menyengat,setinggi sepuluh sentimeter. hingga kini sudah empat belas pabrik yang berhenti membuang limbahnya ke ipal komunal milik pt.m-c-a-b,dan diharapkan sepuluh pabrik lainnya juga berhenti beropersi untuk sementara, untuk memanage ipal, karena keterbatasan peralatan.

Lurah pasawahan-mamet slamet menegaskan,meski air limbah meluap dan merendam kantor pengelolaan limbah, warga sekitar tak perlu khawatir.pasalnya air limbah takan berimbas pada pemukiman warga.

Pada senin siang,tim satgas citarum harum sektor tujuh,menutup secara paksa saluran limbah cair,yang biasa digunakan oleh dua puluh empat pabrik,di aliran sungai cisuminta, cisirung, dayeuh kolot,kabupaten bandung. penutupan ini dilakukan karena dirasa p-t.m-c-a-b selaku pemilik ipal komunal melakukan pelanggaran,dengan membuang limbah cair secara langsung, tanpa melalui proses ipal.

Rezytia prasaja, bandung tv.,