Keluarga TKI tuntut hak dan penegakan hukum

65

Konsulat jenderal republik indonesia siap meperjuangkan hak-hak tenaga kerja indonesia yang meninggal dunia,berinisial e-k, akibat kecelakaan kerja di hong kong.pihak konsulat akan melayangkan gugatan ke pihak terkait yang harus bertanggung jawab,atas kejadian kecelakaan kerja yang menimpa warga negara indonesia.

Tenaga kerja indonesia asal kampung babakan cianjur,desa cihampelas,kecamatan cihampelas,kabupaten bandung barat bernisial e-k,telah bekerja menjadi t-k-i di hong kong,selama lima tahun. e-k,menjadi korban kecelakaan kerja akibat tertimpa beton penyangga pendingin ruangan,seberat enam puluh kilogram,di penampungan milik agensi yang merekrutnya. e-k yang merupakan orangtua tunggal dari dua orang anak tersebut,sempat mendapat penanganan medis di pamela youde nethersole eastern hospital di chai wan-hong kong. e-k dirawat terhitung tanggal 11 maret 2015, namun empat hari kemudian, di tanggal 15 maret 2015, nyawa e-k tidak terselamatkan.

Konsulat jenderal republik indonesia-hong kong menegaskan,siap memberikan pendampingan serta akan terus memperjuangkan hak-hak korban.

Pengadilan hongkong telah memutuskan bahwa sang majikan korban,harus memberikan santunan kepada keluarga korban.

Di kantor pemerintahan daerah kabupaten bandung barat,konjen ri-hong kong menyerahkan langsung santunan kepada keluarga e-k,yang selama tiga tahun menanti perhatian serta kepastian terkait hak-hak e-k.konjen ri-hong kong menyatakan saat ini,pihaknya telah melakukan gugatan perdata ke pemilik gedung penampungan, manajemen penampungan, kontraktor, pihak agensi, serta majikan korban.

Adanya rencana tersebut, mendapat dukungan dari pihak korban yang selama ini mengharapkan keadilan.

Pihak konjen ri-hong kong dan keluarga korban sepakat,kejadian kecelakaan kerja yang menimpa e-k,merupakan bentuk kelalaian yang berakibat adanya korban jiwa.penanganan kasus tersebut,diharapkan akan menjadi tonggak sejarah perlindungan tki di hong kong.

Algi ghifari,bandungtv.