Market Otomotif Bandung Tumbuh Positif

87

PERKEMBANGAN market otomotif Bandung menunjukkan tren yang positif pada semester 1 tahun 2018,  rata-rata  4.845 unit/bulan naik menjadi 5.529 unit/bulan (Januari-Mei 2018) dengan angka kenaikan sebesar 14%. Penjualan didominasi oleh segmen MPV Low sebesar 21,3 %, SUV Medium 12,4 %, LCGC 11,7%, LCGC Hatchback 11,1 % dan pick up low 7,1 %.

Kepala Wilayah Astra Daihatsu Sales Office Jawa Barat, Kroda Kalantara mengatakan , Daihatsu bisa memanfaatkan momentum kenaikan market otomotif Bandung  mendulang penjualan yang positif dengan pertumbuhan market Daihatsu naik sebesar 7%. Dia berharap tren positif ini bisa bertahan selama dalam lima .

“Semoga pencapaian ini dapat terus memotivasi kami untuk dapat memberikan produk maupun pelayanan purnajual terbaik,” kata dia.

Adapun, tiga produk yang berkontribusi paling besar adalah Sigra, Gran Max Pick Up, dan Xenia.

Kontribusi segmen Low MPV yang selalu stabil, diakui Kroda, tidaklah mengejutkan. Sebab karakteristik mobil Low MPV Bonnet sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bandung yang dikenal memiliki sifat kekeluargaan dan senang berkumpul.

“Selain harganya yang lebih terjangkau dibandingkan SUV atau jenis MPV lainnya, Low MPV ini memberikan pilihan 7-seater. Begitupun halnya dengan LCGC 7 penumpang yang tetap menjadi pilihan warga Bandung. Karakteristik konsumen di Bandung Lebih didominasi oleh transaksi secara kredit yang mencapai 80 % dibandingkan secara cash yang hanya 20 %,”kata Kroda, saat bersilaturahmi dengan wartawan di Bandung, Selasa (17/7).

Berdasar keterangan tertulis yang diterima BB, penjualan roda empat Daihatsu  di Bandung  pada tahun 2016 mencapai 9.626 unit. Sedangkan tahun 2017 naik dengan pencapaian 9.629 unit. Untuk periode Januari-Mei 2018, angka penjualan sudah mencapai 4.162 unit dan ditargetkan hingga akhir tahun 2018 penjualannya akan tembus  angka 10.000 unit.

Kroda menambahkan, meski tahun politik ini tidak berpengaruh negatif terhadap penjualan, namun dia optimistis brand Daihatsu akan mendorong grafik kinerja bisnis yang positif. Meski masih menempati peringkat ketiga, untuk brand ini diakuinya tetap tumbuh positif. (E-002)***