“Pasar Baru” Kini dan Nanti?

70

SAYA  melihat  keberadaan Pasar Baru Bandung (PBB), bukan saja  merupakan kebanggaan bagi  warga  Bandung dan sekitarnya, melainkan kebanggaan  bangsa   Indonesia. Siapa pun mengenal  pasar yang satu ini, kesehariaanya selalu dipadati pengunjung apalagi di  momen  lebaran dan hari besar  lainnya.

Tiap harinya, terutama di akhir  pekan  pengunjung PBB bukan  saja warga  Provinsi Jawa Barat, tapi berdatangan dari  provinsi lainnya. Bahkan, mereka datang dari Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura  dan negara lainnya.  Betapa hebatnya  pasar baru ini yang tentunya membutuhkan perhatian  dan pengelolaan  yang semestinya.

Mendengar dan membaca  bahwa PBB  bakal habis masa kontrak pengelolaannya  oleh PT Atanaka Persada Permai (APP) terhitung mulai 29 Desember 2018 , saya merasa perlu meresponsnya, dengan harapan  keberadaan  pasar  yang menjadi ikon  Kota Bandung  tersebut  tetap berada dalam pengelolaan  yang  relatif  profesional.

Saya  merasa lega  atas  penjelasan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  yang menyatakan  masih melakukan kajian bersama PD Pasar, Kejaksaan dan BPKP terkait kegalauan pedagang jika diberikan kepada  pengelola yang lain. Dan  wali kota  berharap siapa pun nanti pengelolanya, harus bisa berlaku adil dan menjalankan bisnis sesuai kontrak.

Memang  tepat  ditegaskan  oleh  wali kota  karena  menghendaki  pasar baru mendapat  penghasilan yang   proporsional sesuai keberadaanya.  Menurut wali kota, siapa pun berhak mengelola pasar baru, tak terkecuali Istana Grup melalui APP.  Namun, katanya pihaknya  memastikan tetap melakukan seleksi agar ada rasa keadilan terutama pemasukan bagi Pemkot Bandung.

Konon  PBB yang   memiliki 5.200 unit kios tersebar di enam lantai  serta didukung  tidak  kurang  oleh 14.000 pegawai tersebut,  kini para penghuni kiosnya itu  merasa cemas  dengan akan berakhirnya  kontrak pengelolaannya . Sebab jika  salah kelola oleh pihak  yang tidak memahami  PBB akan mempengaruhi  atas berkurangnya minat pengunjung, berdampak pada  minimnya omzet. Sedangkan mereka umumnya  menggunakan permodalam  dari perbankan.

Kita berharap dengan  kontrak  yang  anyar nantinya,   Pasar  Baru Bandung tetap unggul dibanding pasar lainnya. Bahkan, memunculkan  semangat  yang lebih kuat lagi dalam memajukan Pasar Baru Bandung yang sudah  memberi  makna dan kontribusinya selama ini.

Dio  G,   Nata Endah  Kopo  Bandung