Bulog Pasarkan Beras Sachset 200 Gram Dijual Rp 2.500

81

BISNIS BANDUNG – Kepala Bidang Komersial dan Pengembangan Bisnis Badan Urusan Logistik Divisi Regional-Bulog Divre Jabar,  Agus Siswantoro mengemukakan,  sejak Juni 2018 Perum Badan Urusan Logistik memasarkan produk beras sachet (kemasan) 200 gram seharga Rp 2.500/ sachet. Perum BULOG Divre Jabar sudah memproduksi beras sachet dan sebagai uji coba telah dijual antara 10-11 ton dengan  kualitas terjaga.

 Agus menyebutkan , produk beras sachet inidiluncurkan untuk  memudahkan masyarakat umum dalam memperoleh komoditi beras pilihan atau  alternatif.  Dikatakan , peluncuran beras sachet ini diharapkan menjadi alternatif masyarakat umum untuk memperoleh komoditi beras kapan dan dimanapun sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk saat ini , diakui Agus , penjualan beras sachet masih dalam tahap uji coba, masyarakat umum bisa mendapatkannya di Sahabat Rumah Pangan Kita (RPK)  terdekat,  toko-toko binaan Perum BULOG  Jabar atau di kantor Perum BULOG Divre Jabar dan Subdivre Bulog yang tersebar di daerah wilayah  Jawa Barat.

Dijelaskan Agus , pada tahap awal, Perum BULOG Divre Jabar sudah meluncurkan beras sachet  di Subdivre Karawang, Cirebon, Indramayu, Subang, Bandung, Cianjur dan Ciamis , bahan baku beras sachet  yang berasal dari gabah petani yang diolah , hingga harganya bisa mendekati harga terjangkau konsumen .

“Saat ini proses dan tahap evaluasi menyeluruh terhadap  permintaan beras sachet, preferensi kemasan dan kualitas terus dilakukan .  Perum BULOG Divre Jabar akan terus melakukan perubahan-perubahan produksi beras sachet ini,”ujar Agus

Mengenai usaha komersil Perum Bulog , dijelaskan Agus , usaha komersial yang dijalankan Perum Bulog Divre Jabar sejak didirikan hingga kini menunjukkan pertumbuhan positif, semula murni hanya penugasan menjadi 100% komersial  Outletnya yang disebut “Sahabat Rumah Pangan Kita” (RPK) di wilayah kerja Perum Bulog Divre Jabar mencapai sebanyak 8.907 yang tersebar di 27 kabupaten/kota. Pertumbuhan paling signifikan berada di wilayah Cirebon dan Bandung Raya dengan indikator jumlah Sahabat RPK aktif terbesar. Pertumbuhan yang kurang signifikan berada di wilayah Subang dan Indramayu.

Dikatakan Agus , di sentra usaha komersil, produk yang paling banyak diminati adalah beras dan gula pasir produk dalam negeri. Kualitas dan kuantitas produk yang diperdagangkan Perum Bulog Divre Jabar tersebut telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan harga bersaing.”Transaksi hingga bulan Maret 2018 cenderung meningkat dibandingkan dengan periode  tahun 2017 sebesar 85%. Puncak transaksi pada umumnya terjadi saat menjelang hari besar keagamaan terutama Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Agus menyebut hari keagamaan sebagai puncak transaksi.

Produk utama yang diperjualbelikan di Perum Bulog antara lain,h beras, gula pasir, minyak goreng, daging, bawang putih, tepung terigu, dan jagung pakan ternak. Produk lainnya yang  disediakan sesuai dengan kebutuhan konsumen terkait dan perkembangan gejolak harganya adalah telur ayam, daging ayam, bawang merah, dan cabai.

“Keunggulan,kelebihan dan manfaat yang dirasakan oleh warga jika bertransaksi di outlet Perum Bulog adalah akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan pokok karena lokasi Rumah Pangan Kita terdapat di lingkungan RW atau permukiman, sehingga masyarakat tidak perlu pergi ke pasar,” kata Agus. Selain itu masyarakat mendapat manfaat ketersediaan produk yang kontinyu di Sahabat RPK dengan harga produk yang stabil.

Ditambahkan Agus,  upaya yang dilakukan Perum Bulog Divre Jabar untuk meningkatkan angka transaksi dan angka kunjungan ke outlet, yakni   dengan melakukan promosi dan sosialisasi , baik melalui media massa atau melalui berbagai kegiatan yang diikuti oleh Perum BULOG.(E-018)***