Dana BPT Sapi Perah Alami Penurunan

108

BISNIS BANDUNG– Jumlah  anggaran  Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Makanan  (BPT Sapi Perah dan HMT) Ternak Cikole, Lembang Kabupaten Bandung mengalami penurunan dari Rp5,9 miliar pada Tahun Anggaran 2017 menjadi Rp5,1 miliar pada 2018. Padahal, balai sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9007 Tahun 2015 dengan kapasitas ternak 1500 ekor. “Kendati jumlah angaran menurun, namun pelayanan mutu mengalami peningkatan,” ujar  Kepala BPT Sapi Perah dan HMT, Aida Rosana.

Bibit dasar untuk ternak domba, katanya  dikelola di BPT Cikole kemudian disebar ke seluruh BPT yang ada di Jawa Barat untuk dikembangbiakkan. Di samping itu, kini tengah mengolah bahan pakan sesuai SNI guna   meningkatkan kualitas pakan maupun ternak.

Menanggapi  penurunan anggaran, Anggota Komisi II DPRD Jabar, Ridho Budiman Utama menyatakan pihaknya mendorong optimalisasi dan peningkatan kegiatan serta anggaran balai penelitian ternak (BPT) untuk ternak sapi dan domba. Sebab   dua jenis hewan tersebut, khususnya sapi menjadi rujukan nasional dalam memproduksi susu segar yang optimal.

“Dan hal tersebut adalah menjadi harapan kita semua, agar kebutuhan akan susu utamanya untuk anak-anak generasi masa depan Indonesia tercukup dengan baik,” katanya.

DPRD Jabar, tuturnya  akan terus mendorong upaya peningkatan yang dilakukan balai yang ada di Jawa Barat karena selain menjadi rujukan nasional, ternak di Jabar sangat berpotensi untuk mendatangkan nilai ekonomi bagi Pemprov Jawa Barat.

“Tentunya kami akan terus mendorong seluruh balai, tidak hanya di BPT Sapi Perah dan HMT saja, agar peningkatan ekonominya pun dapat dirasakan masyarakat Jabar,” ujar Ridho.

Dia menegaskan, Balai Pengembangan Ternak Sapi Perah dan Hijauan Pakan Ternak (BPT Sapi Perah dan HPT) Cikole, Lembang, Bandung, Provinsi Jawa Barat menjadi rujukan usaha peternakan sapi perah tingkat nasional tentang tehnik budidaya ternak, penyiap pakan, dan pengolahan susu.(B-002)***